The Devil and The Cinnamon

The Devil and The Cinnamon

  • WpView
    Reads 581
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 24, 2015
Jenny. Sosok manusia, baiklah, perempuan dengan tragedi hidup lebih banyak dari total peristiwa hidup. Korban bullying di rumah dan di sekolah. Dilahirkan dari rahim seorang ibu berkelakuan mengerikan. Tekanan hidup yang dialaminya membawa Jenny menjadi seorang Calon pembunuh, awalnya begitu. ___ Razuel. "Arrgh, please. Gue iblis. Iya lah gue tau di dunia gue emang tempatnya yang jelek-jelek. Tapi gak gini-gini amat juga kali. Gue jadi korban bullying sesama iblis, lo nyangka gak sih??? Nggak? Yaudah ah. Sekarang gue mau berkelana ke dunia manusia. Capek gue kek gini mulu. Gue mau nyari kehidupan baru. Kali aja ada yang butuh bantuan gue. Hihi~" ___ Pertemuan nggak elit antara manusia dan iblis penyuka kayu manis yang sama-sama jadi korban bullying.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • BEAUTY IS EVERYTHING
  • Is It Home ?
  • Mysterious Girl
  • Perihal Sandwich(End)
  • SevenTeen ✅
  • HIGH SCHOOL PARADISE (END)
  • King's Obsession (Complete)
  • Complete (END)
  • [1] When The Rain Stops
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines