The Only One

The Only One

  • WpView
    Reads 686
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 22, 2016
Sudah banyak hari yang terlewati, bulan yang terlalui dan tahun yang berganti. Tapi tetap saja ada waktu-waktu di mana kenangan dan bayangannya muncul. Tidak pernah berharap lebih hanya ingin sekedar tahu kabar dan keadaan. Sekedar ingin melihat visualnya dalam bentuk nyata atau dalam sebuah tampilan berwarna atau tanpa warna yang menyurupai nyata. Tak perlu tau dan tak perlu diketahui, karena sosoknya itu indah jika diangan-angan. Bukan berarti jika menjadi kenyatan keindahan sosoknya akan memudar, hanya saja terlalu takut mengambil resiko itu. Wahai kamu, yang sudah tidak pernah aku ketemui, yang tak pernah aku lihat, dan tak pernah aku ketahui kabarnya selama hampir empat tahun ini, aku hanya ingin berkata "Apa kabar?". - 23 Agus 15- Ini cerita pertama saya baik di wattpad maupun di tempat lain. Saya tidak pernah membuat cerita sebelumnya, satu-satunya cerita yang saya buat adalah cerita abal-abal tak jelas pada waktu masa SMA dulu dan itupun karena tugas Bahasa Indonesia. Jadi, harap maklum kalau apa yang kamu baca nantinya mengusik keindahan penulisan yang sebenarnya.
All Rights Reserved
#9
benbarnes
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • Something Bout Love
  • Keep Your Smile
  • Alice
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Let It Fall [Tamat]
  • Hanromania
  • Before the Story [7/7 END]
  • DAREL (END)

semua kisahku bermula saat pertama engkau hadir dihadapan mataku. wajah itu tak pernah hilang dari bayangan anganku. selalu menghanyut senyummu dalam kalbuku. semua kisah puisi hanya menggambarkan tentang keindahan dirimu. tak pernah bosan tanganku menulis untukmu. tak pernah lelah jemariku melukiskan indahnya parasmu. sinar mentari,tiupan angin,desiran rumput,kemersik daun,kicauan burung,gemercik air, bag menggambarkan pesona indah parasmu. alunan seruling bambu,senduh dentingan gitar, terus mengiringi merdu suaramu dalam relung hatiku. tak pernah lupa selalu terngiang dalam kepalaku " bang Ar!". setiap saat, setiap hari, aku berusaha selalu ada untukmu. menjagamu sekeras apa pun, membimbingmu sejauh apa pun, menuntunmu sesulit apa pun. bagai sepasang merpati yang selalu terbang beriringan, bagai sepasang kelinci yang selalu melompat bersamaan. namun, aku hanyalah akar untukmu. yang menopangmu, menjaga agar kau tetap berdiri.namun, aku hanyalah aliran air untukmu. yang menjadi wadah untukmu berenang semakin jauh. senyummu adalah bahagia untukku, namun tangismu bukanlah sedihku. karena aku harus kuat untuk membuatmu tersenyum sepanjang hari. hingga kau melantunkan suara merdumu "bang Ar!". namun, bagai dentuman guntur di siang bolong, bagai derasnya hujan di panas terik. semua berubah karena ke egoisanku. karenaku, bunga yang indah mekar kini layu dan gugur. karenaku, angin sepoi peniup melodi kini menjadi badai topan yang ganas. yang tinggal hanya dentingan pedang yang beradu, hanya desingan peluru yang memburu. saling membekas luka, menyayat sembilu dalam relung hati. menjatuhkan merpati, membinasakan kelinci, menumpahkan darah di sepanjang perjalanan yang tersisa. kini hanya ada akar tanpa pohon, air tanpa ikan, dan selembar kertas putih. kini yang terbakar hanya amarah yang mengatakan "tolong jauhi aku!".

More details
WpActionLinkContent Guidelines