Hope?
  • WpView
    Reads 31,281
  • WpVote
    Votes 870
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 12, 2020
Hari ini hari terakhirku disini. Aku menunggunya disini. Tapi dia tak kunjung datang. Aku kira ini akan berakhir buruk namun ternyata tidak. Ini awal yang baik,semestinya sejak dulu seperti ini. "Mba,mau pesan apa?" Kata waiterss starbucks membuyarkan lamunanku "Signature chocolate with caramel" kataku sambil tersenyum Tiba-tiba pria bermata coklat menghampiriku dengan nafas ter engah-engah. Ya dia adalah rizky nata pratama. Pria yang selalu aku tunggu dari dulu... "So,apa yang ingin kau bicarakan aluna?" Katanya sambil mengambil nafas "Well,kamu gamau pesan minum dulu? Baru kita bicara biar lebih santai" kataku sambil memanggil waitters "Make it two,okay?" Kata nata ke waitters "Kembali ke topik aluna sayang"kata nata tak sabaran "Aku akan pergi nata. Dan aku berfikir untuk tidak kembali disini. Aku akan menetap di london. Melanjutkan kuliah disana" kataku hambar "Pergilah jika itu maumu,aku tak mau memaksakan. Jika itu yang terbaik maka lakukan"kata nata datar Waitters datang dan aku segera mengambil minumanku kemudian melesat pergi,dan tak akan kembali. Ya sesuai janjiku. Aku kira dia akan menahanku untuk pergi,ternyata tidak. Tapi aku tidak menyesal dengan keputusanku,aku akan tetap pergi. "Langsung kebandara ya pak" kataku pada supir taksi Saat menginjakan kaki dibandara. Aku harus percaya kalau ini jalan terbaik untuk dia dan tentu saja untukku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Sunshine
  • KITA DAN SEMESTA
  • Silent, Please! (Re-up)
  • APAKAH INI TAKDIRKU??
  • RAKAALENA
  • ANELKA CALVARY
  • Naughty Nanny
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

"Lo pikir gue bakal nglepas lo gitu aja setelah gue nolongin lo" bisik Nata. "K..kan tadi gue udah bilang makasih, berarti kelar kan?" Nata menggeleng pelan. "Lo harus jadi kacung gue selama sebulan" "What!!! Kacung?! Sebulan?!" "Iya" "Lo pikir gue mau!" Geramnya seraya mendorong Nata, kebetulan Nata tidak menguatkan himpitannya sehingga Adeeva berhasil mendorongnya. "Pasti mau" "Apa yang membuat lo berpikir gue bakalan mau?!" "Karena gue tau kelemahan lo" ~Adeeva Afsheen Myesha~ ~Adinata Aileen Caesar~

More details
WpActionLinkContent Guidelines