Kita Berbeza

Kita Berbeza

  • WpView
    Reads 39,263
  • WpVote
    Votes 1,461
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadComplete Sat, Jan 27, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Saat dua jiwa berlainan agama dan bangsa bertemu, hari-hari mereka bertelagah. "Ergh, bengap!" - Maria Kermila "What's bengap, anyway?" - Tristan Sebastian "Kau la, bengap." - Maria Kermila Saat persahabatan mereka mula terjalin, ada yang berhasad dengki. "Kenapa plan pertama kita tak jadi?!" -.... Saat hati mula disakiti, masing-masing buat keputusan sendiri. "You really have to do this?" - Tristan "I'm sorry, Tristan. Someone better will love you back." - Maria Dan apabila dua hati makin menjauhi, ada yang menanti. "Awak setuju sebab awak betul-betul maksudkannya atau hanya sebab mama?" - Eric Naufal Sesungguhnya manusia hanya mampu merancang, dan hanya Allah S.W.T yang tentukan. Maria Kermila reda dengan ketentuan hidupnya. ♧♧♧♧♧♧♧♧ Completed! Alhamdulillah. Terima kasih for everyone yang sudi vote dan comment di buku ni. Thank you. I appreciate each one of you. 🌹💕
All Rights Reserved
#42
lovecomedy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines