Za
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 26, 2015
Sekali lagi aku mematut diriku di depan cermin. Merapikan riasan yang ku kenakan. Mengambil syal putih dan menggantungkannya di leher, mengikatnya longgar. Sempurna sudah. Aku bergegas memakai flat shoes lalu lekas pergi. Halte bis adalah tujuan pertamaku. Untung saja letak halte dengan komplek rumahku dekat. Jadi aku hanya perlu berjalan sekitar 5 menit saja. Udara pagi ini menyenangkan. Sejuk. Kuisi penuh paru-paruku dengan sajian oksigen pagi yang terasa amat sejuk. Langit biru bersih tanpa sedikit awan pun mengisinya. Bentangan ciptaan Tuhan itu terasa amat meneduhkan jika dipandang. Matahari sudah mulai menyebarkan sinarnya dengan luas dan semakin luas. Sinarnya hangat menyentuh kulitku. Tak lama sampai halte, bis tujuanku datang. Aku segera naik dan menempati kursi paling belakang yang dekat dengan jendela. Kondektur bis mengetuk-ngetuk kaca dengan uang recehnya. Tanda semua penumpang sudah naik dan bisa bisa berjalan. Kode antar supir bis dan kondektur yang sudah hampir diketahui semua orang. Angin meniup rambutku yang kubiarkan tergerai panjang. Ku pejamkan mataku, menikmati keramahan angin pagi ini. Mengingat-ngingat rencana yang akan kulakukan hari ini. Rencana menuntaskan janji, menggenapkan rindu dan membayar resah dengan lega. Hari ini hari ke dua belas bulan dua belas. Hari spesial. Hari kami. Kita.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mimpi-mimpi Kecil dan Seribu Kemarau
    Mimpi-mimpi Kecil dan Seribu Kemarau
    Malam ini dan seperti malam-malam sebelumnya aku hanya duduk di depan notebook tua andalan keluarga yang sudah tak berbatre karena jatuh hingga pecah. Dan aku, belum bisa mengganti dengan yang baru. Jemariku masih menari-nari di atas keyboard-nya yang beberapa huruf sudah tidak lagi jelas terbaca. Dan itu tak masalah buatku karena Pak Sukarman, tutor mengetik sistim buta yang pernah menggemblengku dengan gayannya yang khas dan tegas hingga aku mahir mengetik tanpa harus melihat huruf di keyboard. Waktu itu, di tahun 1993, aku pernah mengambil kursus mengetik 10 jari. Rupanya aku masih bangga dengan keterampilanku yang satu ini. Suara dengkuran anak-anak dan istriku menjadi teman setiaku yang mampu membuatku fokus pada momen-momen itu. Momen di mana aku sekarang lupa apakah aku dulu pernah menuliskannya. Apakah dulu aku pernah memimpikannya? Sementara waktu terus merangkak tak kenal berthenti. Tidak seperti alat penunjuk waktunya sendiri yang kadang berhenti ketika kehabisan batre. Begitu pula kehidupan ini. Selalu berjalan tak boleh mengenal berhenti. Betapapun rumitnya dan pahitnya kehidupan akan terus berjalan mengikuti setiap lekukan yang ada. Seperti air yang selalu mengikuti bentuk tempatnya. Dan aku akan terus menyusuri semua waktu dan tempat yang pernah aku singgahi dengan notebook tua ini. Di sinilah aku akan memulainya. Pada lembaran pertama yang masih membekas di ingatanku. Lembaran penting yang akan aku buka lebih dulu.
    WpPart
    Complete
    Rumah baru untuk Ibu
    Rumah baru untuk Ibu
    Akhirnya, apa yang aku impikan terwujud. Aku bisa membangun rumah baru untuk Ibu. Setelah lima tahun lamanya, aku bekerja keras mengumpulkan uang untuk bisa memiliki rumah sendiri. Aku pandang wajah Ibu, terharu ketika pagi itu, kami bawa dari kontrakan, melihat rumah baru. Sebelumnya kami sengaja, tidak memberi tahu ibu, apa maksud kami membawa beliau kesana. Kami, menutup mata Ibu dan Ayah, sambil berjalan tiga meter dari kontrakan. Kami seperti adegan petak umpet. Tidak lama kemudian, kami membuka mata mereka melihat kejutan ini. Kedua Orangtuaku seolah tak percaya, melihat rumah yang lumayan besar dan mewah, model minimalis, tengah berada di depan mata mereka. Dua tahun setelah itu, aku dilamar seorang ustad, yang mana dulu waktu kecil ibu, sering membantunya, waktu ia kehilangan kedua orangtua, sengaja membiarkannya karena mereka sibuk dengan dunia masing-masing. tak ku fikirkan lagi David yang hilang, dan tak ku hiraukan kabarnya lagi, ibaratkan hilang ditelan bumi, entah kemana. Yang ku ingat adalah rasa sakit yang menyayat hatiku sampai sekarang. menjelang ku bertunangan, tanpa disengaja kami bertemu lagi, disebuah tempat. Aku heran, melihat pandangannya padaku, berbeda. yang mana, dia melihatku penuh haru dan penyesalan, atas perbuatan buruknya kepadaku, dia tak tahu waktu itu, aku difitnah oleh salah satu karyawan kantor yang tidak suka padaku.
    WpPart
    Complete
  • ID7 Fanfic - Feather of Freedom [End]
    ID7 Fanfic - Feather of Freedom [End]
    [Follow yuk bagi yang berkenan, aku ngarepin vote komennya jugak ehehe..tapi gak maksa kok, yang penting kalean enjoy bacanya] Matahari bersinar terik pagi ini, bahkan sinarnya begitu menyilaukan. Mataku sempat perih tersengat sinarnya. Tapi kuyakin sinar itu terasa hangat. Kini awan mendung menggumpal di angkasa, suara gemuruh mulai terdengar. Bahkan guntur sempat menggetarkan kaca jendela. Rintik air berjatuhan secara konstan hingga mulai deras. Ku yakin akan basah kuyup jika berada di luar sana. Bagai langit senja, cahaya orange meliputi di luar sana. Daun daun berguguran, angin lembut berhembus pelan. Ku yakin itu terasa menyejukkan. Langit kini cerah tapi terasa sejuk, tampak serasi bagi pertumbuhan kuncup kuncup bunga yang kini bermekaran. Bahkan kini kelopaknya berhamburan tertiup angin. Ku yakin itu akan tercium harum wangi Butiran putih kini berjatuhan. Tak lama halaman depan diselimuti oleh warna putih. Gumpalan putih yang lembut berguguran tampak menawan di menghiasi langit malam. Ku yakin itu akan terasa dingin. Empat musim berlalu setiap tahunnya, lagi dan lagi aku menikmati itu semua. Membayangkan bagaimana rasanya, aku hanya bisa menatapnya dari balik kaca. [Tolong jangan copas yak readerku yang budiman.. Timacii]
    WpPart
    Complete
    Are They Twins? ✔
    Are They Twins? ✔
    <Proses Revisi> #wattys2021 #wattys2020 *Perlu dipahami, story ini merupakan multi-chap pertama aku. Jadi maaf kalau bahasanya masih kaku atau rancu dan sebagainya, trims. :") . . . Riku dan Tenn, sudah cukup lama menutupi fakta bahwa mereka kembar. Lalu... bagaimana jika fakta itu terbongkar? Intip : /Riku menatap matanya lekat. "Aku.. menginginkan Nanase Tenn kembali."/ /Tenn mengelap beberapa sisa air matanya. "Apa aku.. Kakak yang Jahat? " Tanyanya tanpa melirik Gaku dan Ryuu. / /"Tenten..." "...Menangis? " Nagi menyambung kalimat Tamaki./ . . . *Cerita fanfiksi, mengenai kehidupan para idol yang selalu terlihat sempurna dari layar kaca, namun... kenyataan tidak selalu terasa manis. *Main genre : Family, Bromance (Sibling), Angst, Fluff, Slice of Life. *Use Japanese Suffix. ~ PLAGIAT DILARANG KERAS, Hayooo :) -Murni dari kepalaku- ----- Idolish7 by : Bandai namco entertainment Idolish7 art : Tanemura Arina ---- Pub : 14 June 2020. Complete : 27 June 2020. ~ Tag Rank 1 #Idolish7 15/05/2021 Rank 1 #Tenn 22/09/2021 Rank 11#wattpadfanficid 31/07/2021
    WpPart
    Complete
  • Brave Alone
    Brave Alone
    Kemungkinan dalam halnya kehidupan itu buram. Takdir bisa mengubah semuanya dalam sekejap. Ara tau kehidupan tak akan selalu berjalan lancar. Masalah, rintangan datang untuk menghadang. Dalam senyuman manis itu terdapat kesedihan yang jauh mendalam. Dalam doa, selalu dalam doa Ara bisa lega. Berharap semua baik-baik saja. Hingga Tuhan selalu menangkalnya, Ara percaya suatu saat nanti ia pasti bahagia. Pasti. Dan semoga. "Tuhan kuharap di napas terakhirku aku bisa tersenyum. Walaupun itu senyum kesedihan yang aku punya." Kegetiran yang menyergap membunuh perlahan diri yang sebenarnya. Sekuat apapun itu pasti luruh dalam sekejap. Akankah bisa ia bertahan? Kepoin my first story yuk!! ✌✌ Ada tambahan nih, tokohnya sebenernya banyak tapi ntar nyusul-nyusul yah. Ceritanya kalo ga nyambung atau aneh maklum ini first story, jadi kalo mau kasih saran, sok atu kasih aja. Tapi kalau penasaran klik tambah ya!!
    WpPart
    Complete
    [LS1] RAINEESME (Completed)
    [LS1] RAINEESME (Completed)
    Aku lupa sudah beberapa aku jatuh bersama angin yang kuat, bahkan hingga petir menyambar. Apa mungkin aku diciptakan sendiri? Kenapa Tuhan menghapus sedikit demi sedikit kebahagianku? Kenapa Tuhan tak menghilangkan rasaku saja, rasa yang selalu orang anggap manis namun ternyata beda apa yang aku rasakan, terlalu pahit. Rasa Cinta Terkadang rasa cinta tidak perlu alasan, kenapa rasa ingin meninggalkan begitu harus memiliki alasan aku tidak tahu jalan cerita cinta ini, cinta bagaikan teka-teki yang sulit untukku mengerti. Bagaimana aku bisa melihat dua orang yang benar-benar aku sayangi begitu menepati janjinya, janji untuk menjadi pawangku. Disaat badai itu datang dia benar-benar ada, jika yang disamping melukai yang belakang menguatkanku. Yang di belakang melukai yang disamping menguatkanku. Aku benar-benar bingung untuk melakukan apa, disaat seperti ini aku benar-benar tidak tahu yang harus aku lakukan. Aku melamun di jendela kamar melihat dua pohon yang setiap hari semakin tinggi. Pohon yang penuh kenangan. Ragaku disini tapi tidak dengan pikirkanku. Aku memikirkan kejadian yang mana dua pawangku berkelahi. Aku benar-benar ingin melerainya saat itu tapi niat aku urungkan karena orang-orang yang mencintai mereka berada tepat di sampingku, Aku begitu khawatir saat mereka adu jotos, aku tidak tahu yang di permasalahan apa. Aku ingin bercerita, bahwa aku pernah kehilangan lelaki yang aku pertahankan hingga beberapa tahun lamanya. Aku juga kehilangan satu nyawa laki-laki yang menjadi pawangku. Dan apa itu tidak cukup? Dan semua telah berubah semenjak hari itu, hari dimanakah semua hilang terbawa derasnya hujan. Aku ingin kembali seperti semula, berharap ada seseorang yang mengubahku tanpa pamrih. Aku sangat berharap. -Rainee Wijaya-
    WpPart
    Complete
  • BoEl dan BoFu
    BoEl dan BoFu
    yoo gessss!!!!! cerita ini menceritakan tentang kehidupan random para BoEl dan BoFu,jadi terus lihat sampe akhir ya...❤️❤️ WARNING!!! -cerita gaje -yg nggak suka skip!!! -friend ship -kata-kata ada yg kasarrr -typo bertebaran -mari kita saling menghargai dengan cara memberi vote komen dan follow my akun -terinspirasi boleh tapi copy jangan!! -terus dukung akun ini ya 🙏 😊 -slow update -akan ada banyak kata-kata kasar yang sebaiknya tidak untuk ditiru. Soo ini dia..!!!!!
    WpPart
    Complete
    Mendung Tak Berarti Hujan
    Mendung Tak Berarti Hujan
    Aku pasrah. Seperti mendung yang tak berarti jadi hujan. Setelah dia bilang, bersyukurlah saat mendung itu menjadi hujan, bukan berbalik untuk jadi panas lagi. Aku jadi mengerti, seseorang yang datang lagi untuk lanjut mencintai itu adalah ibarat hujan yang ditunggu saat kemarau panjang. Mereka akan membenci mendung yang tak jadi hujan, dan aku juga membenci dia yang datang tapi untuk kembali pergi. -Sally Nuenda- Kalau aku tidak bisa jadi pewangi buat mengharunkanmu, setidaknya aku bisa jadi botolnya pewangi yang akan mengharumkanmu. -Dinar Pradangga-
    WpPart
    Complete
  • Rahma & Yana
    Rahma & Yana
    Layang-layangku hampir putus. Menarik atau menggulungnya sama-sama berisiko. Benangnya telah berada di ujung tanduk. Satu hentakan saja layang-layang itu akan terbang mengikuti angin, tanpa kendali. Ia akan terbang mengitari langit luas sesukanya. Sebebas-bebasnya. Lalu, terjun bebas ke bawah saat angin tidak lagi menjadi teman. Melepaskannya tanpa memandang ke wajahnya. Dan tidak mungkin juga aku bertahan di sini, menanti layang-layang turun sendiri. Aku menghela napas. Ini layang-layang terakhirku. Bila akhirnya layang-layang ini putus, tidak ada lagi layang-layang berikutnya. Tidak ada lagi kisah selepas Ashar, sepulang dari Madrasah, aku berlari ke rumah. Berganti pakaian lalu meluncur ke lapangan sekolah seluas dua kali lapangan voli seraya menenteng layang-layang. Tidak ada lagi kisah aku berlomba lari dengan Rehan dari Madrasah menuju rumah. Melalui jalanan lurus ke timur lalu tikungan tajam ke kiri. Bertelanjang kaki menantang tajamnya kerikil-kerikil jalanan.
    WpPart
    Complete
    "KILLED" Season 1
    "KILLED" Season 1
    ,'Ne arasso. Besok aku akan menjemput oppa di incheon sebelum aku pergi kerja..have a safe flight oppa..' Status Message: Read Tidak ada senyum di wajahnya ketika sang pria membaca isi pesan yang ia terima. Dengan cepat, ia mematikan total ponselnya karena pesawat sudah mulai menjalankan mesin dan roda-rodanya. Dan ketika lampu ruangan pesawat dimatikan... Pria muda tersebut melepaskan masker dan topinya. Hidung yang terlihat mancung, mata bulat, dan rambutnya berwarna coklat kemerahan. Fisik yang tampan dan tinggi badan yang sempurna. Kepalanya kemudian menoleh ke arah jendela yang berada tepat di samping kanannya. Menatap kosong gelapnya langit kala itu dengan ekspresi wajah nya terlihat dingin. Perasaannya terasa bergejolak karena ia akan kembali ke seoul meski hanya untuk beberapa minggu saja. Namun ia merasakan sedikit rasa nyaman ketika ia menutup matanya namun kembali terbuka saat lampu pesawat kembali menyala karena sudah berada di atas langit dengan jarak berpuluh-puluh ribu kilometer dari permukaan tanah. ,'Seoul..aku kembali' Sahut pria tampan itu di dalam hatinya. Menikmati segelas kopi panas yang diberikan oleh salah seorang pramugari. Menggenggam erat gelas yang ada ditangannya. Dan kembali bergumam dalam benaknya. ,'Meski aku kembali hanya untuk menjalankan misiku'. This Fanfiction Written in 2012 by: caramelkyu
    WpPart
    Complete
  • Mimpi-mimpi Kecil dan Seribu Kemarau
  • Rumah baru untuk Ibu
  • ID7 Fanfic - Feather of Freedom [End]
  • Are They Twins? ✔
  • Brave Alone
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • BoEl dan BoFu
  • Mendung Tak Berarti Hujan
  • Rahma & Yana
  • "KILLED" Season 1

Mimpi-mimpi Kecil dan Seribu Kemarau

Malam ini dan seperti malam-malam sebelumnya aku hanya duduk di depan notebook tua andalan keluarga yang sudah tak berbatre karena jatuh hingga pecah. Dan aku, belum bisa mengganti dengan yang baru. Jemariku masih menari-nari di atas keyboard-nya yang beberapa huruf sudah tidak lagi jelas terbaca. Dan itu tak masalah buatku karena Pak Sukarman, tutor mengetik sistim buta yang pernah menggemblengku dengan gayannya yang khas dan tegas hingga aku mahir mengetik tanpa harus melihat huruf di keyboard. Waktu itu, di tahun 1993, aku pernah mengambil kursus mengetik 10 jari. Rupanya aku masih bangga dengan keterampilanku yang satu ini. Suara dengkuran anak-anak dan istriku menjadi teman setiaku yang mampu membuatku fokus pada momen-momen itu. Momen di mana aku sekarang lupa apakah aku dulu pernah menuliskannya. Apakah dulu aku pernah memimpikannya? Sementara waktu terus merangkak tak kenal berthenti. Tidak seperti alat penunjuk waktunya sendiri yang kadang berhenti ketika kehabisan batre. Begitu pula kehidupan ini. Selalu berjalan tak boleh mengenal berhenti. Betapapun rumitnya dan pahitnya kehidupan akan terus berjalan mengikuti setiap lekukan yang ada. Seperti air yang selalu mengikuti bentuk tempatnya. Dan aku akan terus menyusuri semua waktu dan tempat yang pernah aku singgahi dengan notebook tua ini. Di sinilah aku akan memulainya. Pada lembaran pertama yang masih membekas di ingatanku. Lembaran penting yang akan aku buka lebih dulu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines