
Sekali lagi aku mematut diriku di depan cermin. Merapikan riasan yang ku kenakan. Mengambil syal putih dan menggantungkannya di leher, mengikatnya longgar. Sempurna sudah. Aku bergegas memakai flat shoes lalu lekas pergi. Halte bis adalah tujuan pertamaku. Untung saja letak halte dengan komplek rumahku dekat. Jadi aku hanya perlu berjalan sekitar 5 menit saja. Udara pagi ini menyenangkan. Sejuk. Kuisi penuh paru-paruku dengan sajian oksigen pagi yang terasa amat sejuk. Langit biru bersih tanpa sedikit awan pun mengisinya. Bentangan ciptaan Tuhan itu terasa amat meneduhkan jika dipandang. Matahari sudah mulai menyebarkan sinarnya dengan luas dan semakin luas. Sinarnya hangat menyentuh kulitku. Tak lama sampai halte, bis tujuanku datang. Aku segera naik dan menempati kursi paling belakang yang dekat dengan jendela. Kondektur bis mengetuk-ngetuk kaca dengan uang recehnya. Tanda semua penumpang sudah naik dan bisa bisa berjalan. Kode antar supir bis dan kondektur yang sudah hampir diketahui semua orang. Angin meniup rambutku yang kubiarkan tergerai panjang. Ku pejamkan mataku, menikmati keramahan angin pagi ini. Mengingat-ngingat rencana yang akan kulakukan hari ini. Rencana menuntaskan janji, menggenapkan rindu dan membayar resah dengan lega. Hari ini hari ke dua belas bulan dua belas. Hari spesial. Hari kami. Kita.All Rights Reserved
1 part