It Just Happens

It Just Happens

  • WpView
    Membaca 22
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Agt 26, 2015
Kafka pikir sahabatnya, Ardan, mungkin sedang mengalami masalah bulanan seperti yang terjadi kepada wanita pada umumnya ketika wanita berkacamata itu berani mengganggu hari Minggu tenangnya. "Berhenti, Idiot! Jangan sentuh-" teriakan Kafka terhenti. "Kafkaaaa! Sepertinya ada yang salah dengan kompormuuu!" Kafka menggumamkan kalimat makian sebelum akhirnya bergerak ke sumber kekacauan. "Yang salah itu kau, tahu!!"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#8
kafka
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Dua Jejak (novel teaser)
  • Eimaikala
  • Adirra Dan Dunianya [COMPLETED]
  • RAGARA [ on going ]
  • FEARLESS || JAYISA
  • Kisah Akala
  • She Pluviophile
  • Arshaka Heizen Lergan
  • Cowok Titipan (End)
  • PRINCE NATHAN

Katanya, kadang untuk beranjak dan melanjutkan kehidupan perlu dibantu oleh orang lain... "Aku ngerti, dia berarti banget buat kamu dan kamu nggak bisa dapetin dia, aku tahu. Makanya kamu pilih aku. Waktu kamu ajak aku jalan, aku tahu aku bukan pilihan pertama kamu. Aku udah siap dengan semua konsekuensi itu..." ...Dan menjadi realistis katanya adalah pilihan yang tepat, "Terima kasih sudah menjaga aku tetap waras..." Tapi bukankah, kebahagiaan seharusnya kita yang ciptakan sendiri? "Kinan ingin berterima kasih pada mereka dengan cara berhenti bersedih dan mulai belajar menjadi bahagia tanpa bertumpu dengan orang lain.Kinan tahu ini mungkin nggak masuk akal buat sebagian orang. Tapi Kinan yang paling tahu diri Kinan sendiri. Kapan Kinan harus lari, kapan Kinan harus berhenti." Dan menjadi realistis itu tetap harus jujur dengan perasaan kita sendiri bukan? "Gue pengen memiliki lo bukan karena berkompetisi dengan siapapun. Bukan juga karena gue butuh seseorang di samping gue. Bukan pengen punya seseorang yang bisa gue pamerin ke orang-orang. Jadi jelasin sebelah mananya gue anggap lo barang? Menurut lo selama ini gue ngapain? Apa lo nggak sadar sama sekali?Does he love you better than I do?" Ini adalah bagian akhir dari kisah klasik di antara empat orang yang harus mengurai benang kusut di antara mereka. Karena setiap orang punya ruang khusus untuk untuk seseorang yang sulit untuk digantikan oleh orang lain.Mereka mengukirnya sedemikian rupa hingga tak ada senyawa apapun yang mampu menghapusnya begitu saja.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan