in ROOM

in ROOM

  • WpView
    Reads 5,319
  • WpVote
    Votes 258
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Sat, Jan 9, 2016
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Apa yang kau lakukan jika setiap harinya kau terbangun di ruangan yang tidak kau kenal di dalam sebuah fasilitas layaknya seorang pasien-tahanan? Apa yang kau lakukan jika ada rentang memori yang hilang dalam benakmu? Apa yang kau lakukan jika kegiatanmu dalam delapan jam kedepan akan kau lupakan meski kau tak berniat untuk itu? Dan apa yang kau lakukan jika petunjuk yang kau punya hanya tiga kalimat yang terus berdengung dalam kepalamu, 'Ada sesuatu ditubuhmu.' 'Kau lihat, jangka waktu memorinya hanya sekitar tujuh jam.' 'Terlalu berbahaya membedah otaknya.' Aku mengalaminya... Entah berapa tahun aku seperti ini, dan aku bahkan tak pernah melihat wajahku lagi sama sekali. Tidak ada cermin, tidak ada petunjuk waktu yang jelas, dan tidak ada istriku disini. Dan itu terjadi hari demi hari. Hingga suatu hari, kesempatan untuk 'cari tahu' itu datang.
All Rights Reserved
#157
fiksiilmiah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat
  • Constellation of Stars: Untill One Day
  • 𝐃𝐄𝐀𝐓𝐇 𝐋𝐔𝐑𝐊𝐒 [TAMAT]
  • gate;universe
  • CHRISTIAN EL DANDELION [ The End ]
  • Bunda oline dan bayi tata
  • The Dark Side(END)
  • FALLING IN LOVE

Alea Putri, siswi 17 tahun yang seharusnya disibukkan dengan tugas menumpuk dan urusan drama remaja pada umumnya, justru mendapati dirinya terjebak dalam sesuatu yang sangat aneh. Setiap hari, ia kembali bangun di hari yang sama. Lagi. Dan lagi. Percakapan teman-temannya sudah seperti rekaman yang diputar ulang. Bahkan, ia bisa mengucapkan kalimat Gurunya secara persis sebelum gurunya sendiri sempat mengatakannya. Semua itu terjadi dalam sebuah pola yang tidak pernah meleset Awalnya ia mengira ini hanyalah mimpi aneh yang kebablasan. Sampai ia menemukan sebuah catatan di dalam diary misterius tentang seseorang yang bahkan ia tidak ingat pernah ia sukai. Siapa dia? Apakah ini petunjuk? Apakah orang ini adalah jalan keluarnya? Atau justru ini yang membuatnya terjebak dalam putaran waktu yang tidak ada habisnya? Dengan rencana yang penuh drama, eksperimen yang lebih sering berakhir konyol, serta teori-teori aneh yang selalu gagal total, Alea mulai mencoba memahami misteri ini. Tetapi semakin lama ia terjebak, semakin ia menyadari satu hal-mungkin ini bukan hanya soal mencari sebuah jalan keluar, tetapi juga soal menyadari perasaan yang perlahan tumbuh tanpa disadarinya. Namun ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya... Jika akhirnya ia berhasil, apakah nanti seseorang itu masih akan mengingatnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines