Tabir Cinta (followers only)

Tabir Cinta (followers only)

  • WpView
    Přečtení 103,304
  • WpVote
    Hlasy 950
  • WpPart
    Části 8
WpMetadataReadRozepsáno
WpMetadataNoticeNaposledy publikováno pon, bře 14, 2016
WpInfo
Fikce
Společenská témata
Banyak orang berkata bahwa cinta mampu membuat seseorang menjadi gila. Apa aku termasuk korban 'cinta gila'? Target menikah benar-benar mengejarku. Aku tidak mencari yang muluk muluk. Cukuplah wanita yang sadar bahwa menjadi istri dan menjadi ibu adalah suatu hal yang mulia. Tapi mencarinya bukanlah hal mudah. Ahhh rasanya aku memang benar hampir gila! Apa karena aku adalah seorang dokter kejiwaan yang mampu membuat ku menjadi gila? Tidak! Ini tidak ada hubungannya dengan profesiku. Dia! Dia seperti nur bagi ruhani yang haus akan cinta. Kehadirannya mampu memporak porandakan kehidupanku. Aku gila dibuatnya!!! - Rafif Azka Jauhari.
Všechna práva vyhrazena
#254
dendam
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • Ternyata Takdirku adalah Kamu
  • F dan Z  ( and )
  • I Love You Dokter {Geng Rempong : 12}
  • ℤ𝔸𝕐ℕ
  • KALANA
  • the best choice
  • Rasa Dalam Sujudku
  • Angkasa Membenci Hujan (Masih Lengkap-END)
  • Kamu adalah Pilihan Allah | KAPA✔
  • MY DAUGHTER LOVE YOU! (On-Going)

JANGAN LUPA FOLLOW YA... terimakasih sudah mampir Ada cinta yang tidak perlu diumbar, cukup diam-diam mendoakan dari kejauhan. Karena kadang, mencintai yang paling dalam adalah saat memilih untuk menjauh. Aku, Cilla, gadis biasa yang sebentar lagi akan memulai hidup baru di UIN Rafah. Di usia delapan belas ini, hidupku seperti perjalanan kereta yang tak pernah berhenti di stasiun yang sama dua kali. Termasuk stasiun bernama Arsan. Dia pernah singgah. Pernah menjadi alasan senyumku setiap pagi. Pernah menjadi orang yang paling aku percaya. Tapi kami memilih pergi. Bukan karena tidak saling mencintai, tapi karena tahu: terlalu dekat bisa membuat segalanya salah arah. Kami memilih menjaga, meski harus saling menjauh. Dan kini, setelah waktu membawa kami ke dunia yang berbeda... Aku masih menyebut namanya dalam sujud terakhirku. Sementara aku tak tahu, apakah dia juga menyebut namaku saat langitnya mendung dan hatinya sunyi. Mungkin kami sedang menguji takdir. Atau... mungkin takdir sedang menguji kami. Karena jika benar cinta ini suci, maka tak perlu digenggam erat untuk dimiliki. Cukup dipercayakan kepada Allah. Dan jika suatu hari aku kembali bertemu dengannya, aku ingin bertanya satu hal: "Masihkah kamu menganggapku takdirmu, seperti dulu?"

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu