Husband For Zahra

Husband For Zahra

  • WpView
    Reads 611,133
  • WpVote
    Votes 30,135
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 8, 2016
" bunda aku memang selalu memimpikan diriku untuk menikah, tapi tidak dengan cara seperti ini bu, aku mohon....sadarlah bunda..ini tidak baik...ini sama saja kau menjual diriku !!!" Zahra menangis terisak-isak suara gerungan tangisannya terdengar begitu menyayat hati. Kebahagiaan Zahra karena memperoleh beasiswa S2 di luar negri harus sirna karena paksaan dari bunda untuk menikahkan ia dengan seorang pria yang ternyata adalah seorang anak dari pemimpin perusahaan yang menjadi rival almarhum ayahnya. Semua bermula ketika Ibunya tanpa diketahui Zahra, terjerumus dalam sebuah permainan judi yang melibatkan kaum konglomerat yang saling bertaruh untuk menjatuhkan perusahaan saingannya. Dan sang bunda mengalami kekalahan dan harus kehilangan seluruh asetnya termasuk merelakan anaknya untuk dinikahkan dengan pria arogan dan kejam yang selama ini menjadi rivalnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let Me Fall In Love
  • I AM PREGNANT  (OPEN PO)
  • HAIZA Al malik [END]
  • Suami Pilihan Abi
  • I'm Envy Dad! (Revisi)
  • Qadarul Hubb
  • Kebenaran Rindu
  • Bagaimana Mungkin? [COMPLETED]
  • ...

" Papa terlilit hutang! " Ungkap pria paruh baya dengan mata berkaca - kaca. "Apa?? " Sera terkejut. Suasana hening beberapa saat. Ada isak tangis dari Nike penuh keputusasaan. Ferdy terduduk lemas. kepalanya menunduk pasrah. Ia menatap istri dan anak nya bergantian. " Kamu harus menikah " Lirih Ferdy putus asa. Sera mengangkat kepalanya. "Menikah? " " Iya! " Jawab Ferdy tegas. " Untuk menyelamatkan perusahaan kita dan keberlangsungan hidup kita " Lanjut ucapnya. Sera menundukkan kepalanya menahan amarah. Ia tidak menyangka akan mendapat ketidakadilan. Ia baru saja lulus Sekolah Menengah. Masih banyak yang harus dia kejar. Cita-cita, Karir, kini hanya mimpi yang tidak akan pernah ia capai. Demi melunasi hutang ke dua orangtua nya ia harus menjadi korban ketidakadilan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines