Perfect Wedding

Perfect Wedding

  • WpView
    Reads 1,295
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 25, 2015
Aku selalu berharap pernikahanku akan berakhir sempurna dan akan menjadi awal dari puncak kebahagiaanku. Aku tak meminta yang mewah. Aku hanya meminta pendampingku takkan mengkhianatiku dan yang menjadi waliku adalah Ayahku sendiri. Tapi kenyataan lagi-lagi tak membiarkanku. Ibu selalu mencegah apapun yang ku lakukan semenjak Ayah pergi. Terlebih lagi, Ibu menikahkanku dengan pria yang menganggapku 'cewek matre'. - Shilla - Aku tak pernah menyangka akan dijodohkan dengan wanita yang tidak menganggapku sama sekali. Aku selalu berpikir kenapa dia begitu benci padaku. Tapi itu yang membuatku, entah mengapa, semakin jatuh hati padanya. Bagaimana pun, aku selalu merasa ingin membahagiakannya. - Al -
All Rights Reserved
#923
wedding
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • His Possession (Completed)
  • Coming Home (CABACA.ID)
  • Thank You
  • PRINCE IS YOU
  • Love Or Whatnot (FIN)
  • Amanah & Cinta 💓 (END)
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy
  • After Such A Long Time (Hiatus)

Suamiku tidak mencintaiku, saudari seayah beda ibuku ternyata seekor ular beracun, dan hidupku tidak baik-baik saja. Bahkan suami antagonis dalam sinetron murahan pun jauh lebih baik daripada suamiku yang membuatku sakit, sekarat, lalu mati. Benar-benar kurang ajar! Barangkali semesta menaruh simpati terhadapku hingga memberiku kesempatan kedua. Aku kembali ke masa sebelum terjerat pernikahan konyol dengan mertua yang sifatnya mengalahkan ibu tiri dalam serial picisan. Mengejar cinta suamiku? Humph! Mimpi! Aku tidak peduli dengan keluarga maupun suamiku. Kuputuskan meninggalkan mereka, menyepi ke pinggiran kota, dan membangun kehidupan baru yang ideal bagi orang sepertiku. Namun, memang dasar setan! Mereka masih saja mengganggu dan berharap aku akan bersedia mengorbankan kebahagiaanku demi sesuap kasih sayang semu! Sialan! Jambu! Beri aku ibu peri! Sekarang! "Mau jadi menantuku, Sayang?" Tetanggaku, seorang nenek mencurigakan yang mungkin saja penyihir, menawarkan cucunya kepadaku. Memangnya apa yang bisa kulakukan? Tentu saja menerima pernikahan tersebut! Dengan begitu mantan suami dan mantan keluarga yang berengsek itu takkan bisa menyentuhku. Jenius! "Sayang, yuhuuuuu! Aku datang!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines