Malaikat Sarap Tanpa Sayap

Malaikat Sarap Tanpa Sayap

  • WpView
    Reads 124
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 18, 2015
Putih biru.. Masa yang menggelikan. Masa yang tak seharusnya jiwa seorang remaja mengenal akan cinta dan perihnya. Bergantilah ia pula kemudian dengan masa putih abu-abu yang kian pelik dengan segala penantian, pengharapan dan cacian dari sesamanya yang tak selayaknya ia temui lebih dulu. Karena sang raya pernah berkata “Hiduplah bersama cinta yang kau miliki tanpa terhalang penantian.” Aku akan menuangkan sebuah kisah buah akal pikiran nyata yang pernah lalu dalam sejarah hidup seorang anak remaja. Sebuah akhir masa yang mengawali sebuah cerita, disertai luka yang mencabik hampir seluruh hati dan kantung air matanya, hingga berurai menyentuh bumi yang ia tapaki. Sebuah cinta remaja dan pengharapan yang sungguh menyayat nalurinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BRAHMALA
  • Langit Biru [END]
  • Langkah Kita, Selamanya
  • Axel (Tamat)
  • Kanvas Sunyi Kenangan [TERBIT]
  • FATQEEL
  • SENJA KU SENJA MU
BRAHMALA

Perjumpaan itu takdir Perpisahan itu pasti Kata Mala di penghujung SMA itu penuh dengan ke abu-abuan. Tak salah sih, namanya saja masa putih abu. Banyak hal yang dipenuhi dengan kebimbangan. Tak lupa kisah cinta yang mewarnai setiap harinya. Bagaimanapun juga kisah kasih masa SMA akan selalu menjadi plot cerita yang menarik. Bagi Mala mengenal Brahma merupakan anugerah atas kemurahan hati yang semesta berikan. Bagi Brahma mengenal Mala merupakan petaka atas kemurahan hati yang semesta berikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines