Sisi Gelap

Sisi Gelap

  • WpView
    Reads 303
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 25, 2016
Kita tidak sendirian. Didunia ini, dimanapun kita berada, kita tidak pernah sendirian. Ada dunia lain yang gelap dan dingin. Dunia yang tak seharusnya kita usik, dunia yang seharusnya terpisah dalam sebuah batasan-batasan tak kasat mata. Namun beberapa orang mengusiknya, mengacaukan aturan yang ada dan menghancurkan pembatas yang ada. Baik secara sengaja maupun tidak, dimata mereka semua itu sama. Mereka merasa terusik, mereka merasa terganggu. Lalu ada yang lain, dari dalam kegelapan itu, sesuatu yang lain. Sesuatu yang aku maupun kau tidak ingin mengetahuinya. Sesuatu yang seharusnya tetap berada dibalik pembatas. Namun mereka tidak, mereka berjalan melampaui pembatas dan bermain-main dengan orang-orang dengan ketakutan didalam hatinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Dan Teman? [END]
  • Happy Ending
  • Obliviora [HIATUS]
  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • Aliansi Rahasia [TAMAT]
  • Dunia Lain
  • Project : NOIR
  • Lain Dunia (Tamat)

Di sebuah kota kecil, lima sahabat yang telah bersama sejak lama menghabiskan waktu di markas mereka, sebuah bangunan tua yang mereka sulap menjadi tempat berkumpul. Suatu hari, mereka menemukan seorang asing duduk di depan markas, tertidur dengan posisi melipat lutut. Rasa penasaran dan kebaikan hati membuat mereka mengundang sosok itu untuk tinggal bersama mereka. Hari-hari berlalu, dan kehadiran orang asing tersebut mulai mengubah dinamika kelompok. Awalnya pendiam dan misterius, ia perlahan membuka diri, dan persahabatan terjalin di antara mereka. Namun, suasana berubah ketika salah satu dari lima sahabat itu mulai menyadari ada sesuatu yang tidak biasa pada teman baru mereka. Sikapnya, pengetahuannya tentang hal-hal yang sulit dijelaskan, bahkan cara ia berinteraksi dengan dunia terasa aneh. Ketika kecurigaan mereka semakin tumbuh, ketegangan muncul di dalam kelompok, menggiring mereka untuk menggali lebih jauh tentang siapa, atau apa orang asing itu sebenarnya. Hingga akhirnya, rahasia besar terbongkar, teman baru mereka bukanlah manusia. Kini, mereka harus memilih antara menjaga persahabatan ini atau menghadapi kebenaran yang mengancam hubungan mereka dan, mungkin, kehidupan mereka sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines