We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Littlest Things

Littlest Things

  • WpView
    Reads 906
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 27, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Lelaki dengan telanjang dada itu berkali-kali mengguncangkan badan seorang gadis di depannya. Memberinya napas buatan, berharap seorang tersebut tersadar. Entahlah, mereka bertemu disaat-saat terakhir seharusnya seseorang kehilangan nyawanya. Walaupun Diedra, lelaki berkepala dingin, berkulit es dan tidak peduli. Ia masih menyimpan hati untuk seorang gadis yang terombang-ambing di depannya. Sebagaimana pernah dikatakan, tidak ada yang tidak mungkin. Kecuali ketidakmungkinan itu sendiri. "Apa ini surga?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • YOU | When Love Comes Too Late
  • F A K E ? [End]
  • Is LOVE
  • TROUBLEMAKER
  • ALEAGAS [END]
  • ARJUNA
  • Matahari
  • IN THE END ✔
  • C R U S H
  • Goodbye Alaska [END]

Mengejar mimpi ternyata jauh lebih mudah daripada melawan perasaan sendiri. Hari pertama di Grade 11 menjadi awal dari segalanya. Nadhira Abraham berhasil masuk ke Academic Pathway Medical Science, satu langkah lebih dekat dengan mimpinya menjadi seorang dokter. Bersama saudara kembarnya, Nazhura, dan sahabat-sahabat yang telah menemaninya sejak kecil, Dhira memulai kehidupan baru di Westbridge International School-tempat di mana setiap siswa berlomba mengejar universitas impian, membangun portofolio terbaik, dan mempersiapkan masa depan mereka. Di balik padatnya jadwal, proyek, organisasi, dan persaingan akademik, Dhira tidak pernah menyangka bahwa perjalanan menuju impiannya juga akan mempertemukannya dengan berbagai kisah tentang persahabatan, keluarga, dan perasaan yang tumbuh tanpa pernah direncanakan. Karena terkadang, yang paling sulit bukanlah menentukan masa depan. Melainkan menerima bahwa hati bisa memilih seseorang yang seharusnya tidak pernah dipilih. Dan ketika semua akhirnya terungkap... Tidak semua penyesalan memiliki kesempatan untuk memperbaikinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines