Surat Kecil Untuk Doi

Surat Kecil Untuk Doi

  • WpView
    Membaca 44,155
  • WpVote
    Vote 1,165
  • WpPart
    Bab 50
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Mei 15, 2019
Kamu jauh disana Tak mungkin mendengarku Lalu ku buat surat dari hati ini Agar kau tau Apa isi hatiku untukmu Highest Rank #9 on Poetry
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#628
prosa
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cinta Tak Terbatas Waktu (On Going)
  • -YOU-
  • Fatal Love - YinWar
  • Cinta Dan Luka
  • Masih cinta???
  • ROMANSA KATA
  • Gone Love.-vrene
  • Kunci Hati
  • Mati Lebih Lama, Hidup Selamanya

Seorang santriwati yang baru lulus dari sekolah sekaligus pesantrennya langsung diboyongkan oleh sang kakak laki-lakinya. Alisa memilih mencari pekerjaan untuk membantu keluarganya daripada berkuliah seperti teman-teman yang lainnya, meski dalam hati dirinya juga menginginkan hal tsb. "Mba Al.. semoga kamu bisa nyusul kita ya.." kata Intan teman Alisa. "Amin... Doain ya mba tan.." balas Alisa. Setelah hampir 2 bulan lulus, akhirnya ia pergi ke kota menemui Hesti tantenya,yang sedang bekerja disana. Pertama kali terjun didunia pekerjaan, menyesuaikan diri dengan lingkungan baru juga orang baru. "Ternyata kerja selelah dan letih ini, bagaimana dengan ayah dan bunda yang kerjanya diladang panas-panasan... Ya Allah lancarkanlah jalan hambamu ini untuk membahagiakan orang yang Alisa cintai dan sayangi" gumam Alisa sambil meminum tehnya di ruang keluarga Hesti. Gaji untuk seorang pemula masih belum seberapa, Alisa berniat cepat mendapatkan banyak uang untuk diberi ke keluarganya. Namun banyak rintangan dan lika-liku kehidupan yang diberi tuhan untuknya. Ekonomi, teman, keluarga, cinta dan spiritual menjadi satu. "Kamu siapa?" Tanya Alisa kepada seorang gadis yang duduk di ruang pemanggang roti sendirian. "Kamu lupa?" Balasnya malah bertanya kembali ke Alisa sambil menatap datar kearahnya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan