Secret Admirer

Secret Admirer

  • WpView
    Membaca 66,665
  • WpVote
    Vote 3,862
  • WpPart
    Bab 18
WpMetadataReadLengkap Jum, Feb 5, 2016
WpInfo
Fiksi
Romansa
Apa yang kamu pikirkan mengenai mencintai? Melihat ia yang dari jauh? Menatap senyumnya yang memukau? Diam-diam berharap ia berbalik menatapmu dan merasakan apa yang kamu rasakan? Merasa bahagia ketika ia hanya mengingat apa yang pernah terjadi antara kalian? Senang hanya dengan bertukar sapaan? Senang karena bisa duduk disampingnya? Jadi menurutmu apa yang kamu rasakan ketika harus mencintai seseorang tetapi tak bisa mengungkapkannya. Perasan itu terasa nyata olehmu tapi ketakutan itu juga terasa begitu mengintimidasi. Apa yang harus kamu lakukan? Tetap menatapnya sembunyi-sembunyi? Bersikap munafik dengan cukup bahagia hanya memandangnya dan bertukar sapaan saja. Atau harus bersikap egois dengan memberanikan diri menyatakan bahwa kamu ingin memilikinya? Semuanya terasa rumit ketika cinta datang. Sejenak aku selalu berpikir dua hati yang saling menyatu adalah sebuah kejaiban lalu bagaimana dengan tiga hati yang terpaut? Akankah semuanya baik-baik saja? Mungkinkah akan berakhir bahagia seperti fairy tale yang ibuku ceritakan?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#223
girl
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • Skysha
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Tanpa Restu
  • Aku Kamu Dan Dia
  • Jejak Rasa [TAMAT]
  • Everything Happens for a Reason
  • Mencintai Dalam Diam

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan