Fairest [ON-HOLD]

Fairest [ON-HOLD]

  • WpView
    Reads 749
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 11, 2015
Ini bukanlah mimpi tapi kenyataan yang tak bisa disangkal. Kupu-kupu tak lagi terbang indah. Awan terus berarak. Sebelum tawa terperai dan masa depan kelabu. Dengan nafas keabadian ku yakini dunia ini hanya delusi. Api membara dihatiku. Akankah terang hari esok oleh sayap kegelapan? 》》cerita ini di private karena masih on hold dan untuk menghindari kasus pemplagiatan ketika cerita ini sedang tertunda《《
All Rights Reserved
#794
paranormal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CAN'T GET OVER YOU [COMPLETED]
  • My Handsome Alpha
  • My Mate Is Little Wife (Selesai)
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Dalam Bayangan Ketakutan: Kumpulan Kisah
  • Stand By Me
  • ZZ: Fate in a Ruined World : Vol 1
  • ADLINA [Tahap Revisi]
  • Malam Seribu Mimpi Buruk
  • Ketika Kita Tidur

Ps: Cover's credit to the owner. CAN'T GET OVER YOU Suara desingan angin memekakkan telingaku. Penglihatanku memudar, tubuhku terasa begitu ringan - semakin ringan hingga aku tak mampu merasakan sendiri berat tubuhku. Melayang...dengan cepat. Merasuk dalam putaran angin yang begitu kencang. Ketika aku berhasil kembali merasakan keberadaan tubuhku, justru rasa sakit yang amat sangat melanda. Aku terhempas, begitu keras. Rasa sakit yang pertamakali aku rasakan, tetesan air mata yang pertamakali mengalir di wajahku, dan...pertamakalinya aku merasakan tubuhku terluka; berdarah. Tatapanku berubah menjadi sayu - tak sanggup melihat langit yang kini terlihat begitu jauh di atasku. Langit gelap yang tak lagi menerimaku. Langit yang bahkan tak berbintang. Rembulan terlihat begitu kecil dari sini. Menyedihakan. Tempat yang kuanggap rumah selama ini, melepaskanku. Inikah yang aku inginkan? Aku bisa melihat bulu-bulu dari sayapku bertebaran tak menentu. Aku juga dapat merasakan sayapku menyakitiku. Aku menoleh kearah sayap kananku, terlihat begitu jelek. Patah - tak berbentuk. Apakah aku akan lenyap untuk selamanya? Kesadaranku lambat laun menghilang. Mataku terpejam bersamaan dengan teriakan melengking dari seseorang. Aku tak tahu apa yang akan terjadi. Pertamakalinya aku merasakan lelah - sangat lelah...

More details
WpActionLinkContent Guidelines