BROWN CLOUDS

BROWN CLOUDS

  • WpView
    Reads 521
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing1h 19m
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 18, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Misa Calistea adalah gadis baru dewasa yang naif. Ia tidak akan pernah tau alasan ibunya pindah rumah. Tapi ketika ia dipertemukan dengan Sean Holder bermata biru yang membuat rasa penasaran terhadap diri cowok itu selalu mengikutinya. Misa sadar akan kenyamanan itu. Tapi setiap diri mereka mendekat dan hubungan itu semakin erat. Hal yang dia selalu pikir mustahil menimpa dirinya. Sean Holder tidak seperti yang dibayangkan. Bukan berarti dia takhayul tapi kenyataanlah yang membawanya kesini. Holder selalu berfikir, menyimpan untuk sendiri adalah pilihan yang terbaik. Tapi dia tidak pernah menyangka bahwa dia akan mendapatkan tetangga baru secantik Misa Calistea. Ada rasa senang ketika dia diberi kesempatan untuk mengenal gadis itu yang membuatnya lambat laun berani merasakan hal yang lain dari yang seharusnya tanpa menyadari bahwa itu cukup membahayakan Misa Calistea. Akankah mereka akan memilih untuk bersama? Atau saling menjauh? Β©Copyright2016
All Rights Reserved
#52
indigo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • C | Senja Terakhir Kita
  • GERHANA DI ANTARA DUA JIWA
  • ( EBOOK ) The Heartbreaker Muammar Raid
  • Lelaki Itu Takdirku
  • Hak Milik Arissa Aura Sofea | Ongoing
  • A Red Rose
  • The Sorcerer's Cursed Love (REVISI)
  • Conquistador Vol. 2
  • Mawar Terakhir | (COMPLETED)

Senja merah jingga menelan langit, tapi Aryan tak sanggup menatapnya. Helena berdiri di tepi balkoni, wajahnya berseri walau tubuhnya kelihatan lemah. "Ary, nanti... kita tengok senja dekat pantai, nak?" suara Helena lirih, cuba kedengaran biasa. Aryan tersengih kecil, menolak dengan nada ringan. "Kau tu sakit, El. Tak payah mengada." Helena mencebik, tapi hatinya bergetar. Dia cuba seloroh, "Kalau ni permintaan terakhir saya, macam mana?" Aryan tersentak, menoleh. "Apa kau cakap ni? Kita bukannya takkan jumpa dah." Diam. Helena menunduk, menahan kaca di matanya daripada tumpah. Dia tersenyum tipis, walau dalam dadanya ada jurang yang tak mampu dijelaskan. Aryan mengusap belakang tengkuk, cuba meredakan suasana. "Kau sihat cepat. Lepas tu baru kita plan tengok senja dekat tepi pantai." Suaranya bersahaja, seolah-olah esok pasti ada. Helena hanya mengangguk. "Kalau awak tahu... Senja di tepi pantai tu... satu-satunya yang tertinggal dalam bucket list saya... Saya cuma nak awak ada sekali. Bukan nanti. Tapi sekarang. Sembuh? Tu cuma dalam cerita fantasi je," hatinya berdesis, meluahkan kata yang tidak mampu meniti di bibirnya. Dia mendongak, menatap langit yang semakin jingga. Senja kali ini terasa lebih dekat, lebih berat, seakan-akan langit sendiri tahu rahsia yang belum pernah terucap. Start: 1st September 2025 End: 22nd September 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines