Story cover for Secangkir Kopi by FibyolinL
Secangkir Kopi
  • WpView
    Reads 168
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 168
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Sep 04, 2015
aku menghela nafas dengan berat. melihat rintik hujan yang tak berhenti-berhentinya membasahi Surabaya. aku benci hujan. sangat membencinya. 
aku melihat sekeliling mungkin ada yang membawa payung, tapi naasnya tidak ada satu pun manusia yang kelihatan. 
yah salahku juga sih ngapain masih di kampus sampe malem-malem gini. 
yah gimana dong aku pulangnya, jam segini pasti udah nggak ada bemo. 
***
"Sendirian aja ?" aku menengok asal suara itu, seorang pria sedang berdiri di sampingku sambil membawa dua cangkir. 
"Emang nggak bisa lihat kalau saya sedang sendirian!" jawabku ketus dan kembali melihat rintik-rintik hujan. 
"Wo.. santai aja mbak, nih mau kopi ?" tanyanya lembut. aku memandangnya sekilas dan melihat senyum simpulnya yang manis. aku hanya mengangguk.
"Suka yang manis atau yang pahit ?" tanyanya lagi. 
"Terserah aja deh" jawabku malas.
"Haduh mbak jangan galak-galak dong tambah cantik loh" godanya. aku hanya menatapnya tajam.
"nih" dia memberikan secangkir kopi kepadaku.
All Rights Reserved
Sign up to add Secangkir Kopi to your library and receive updates
or
#171coffee
Content Guidelines
You may also like
Sudut pandang (felisha) by alghisty_
7 parts Ongoing
"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih
ADIKARA ELUSIF (END) by blackcurrantbery
56 parts Ongoing
Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25
ASYA - unrepeatable happiness by FoxcoverFoxcover
9 parts Complete Mature
ASYA 2 - unrepeatable happiness POV ASYA *SAATNYA CINTA* DESEMBER 24' hujan rintik mulai membasahi bumi dan kini aku tersentak akan sesuatu yg membuatku sedih. yah, kenangan bersama dimas membuatku terasa bahagia. disatu sisi aku merasakan sakit yg amat dalam. "kenapa harus kembali ke masalalu, mas?" suaraku menjadi parau dan sakit sesaat setelah menyebutkan hal itu. cukup lama aku bersedih ketika mengingat bahwa orang yang aku anggap rumah ternyata hancur juga. aku tersentak saat dering telponku membuat atensi seisi kamarku. dan ya orang yg menelpon adalah wawan. aku berusaha untuk menetralisir suaraku setelah menangis. "hallo wawan? tumben nelpon kenapa?" "gimana kabarnya sya? masih sedih ya? aku cuman mau nanya kabar aja sekalian pengen ngajakin keluar ntar malem. bisa?" "iya boleh aku juga lagi suntuk dirumah" "oke kalo gitu ntar aku jemput ya?" kita ngopi di tempat aku kerja aja di pictum gimana?" "eum boleh deh kalo gitu nanti kabarin aja ya.." "okey see you to night aysaa hehe.." terdengar tawa tulus yang diberikan oleh wawan kepadaku dan aku sangat senang bisa kenal dengan wawan. karena sudah magrib, aku memutuskan untuk bersiap dan menunggu wawan untuk menjemput ....... setelah wawan menjemput asya, tibalah mereka di salah satu cofeshop tempat wawan bekerja yaitu pictum cofee. setelah memesan minuman dan beberapa makanan, mereka pun akhirnya ngobrol santai dan sesekali tertawa ringan sampai pada akhirnya.. "aku tau kamu masih mikirin dimas sya.. mungkin emang susah untuk move dari sesuatu yg membuatmu nyaman. makanya aku ajakin kesini supaya kamu ga terlalu mikirin dia lagi" "huft susah wan buat lupain dimas. mungkin emang butuh waktu untuk bisa lupain semua nya. aku masih ga nyangka aja si kenapa dia bisa balik ke masalalu nya.." "mungkin dimas masih sayang sama masala... eh itu dimas bukan si??" seketika obrolan mereka berhenti ketika melihat dimas dan pacarnya masuk ke cofeshop yang sama
You may also like
Slide 1 of 10
She Pluviophile cover
FEARLESS || JAYISA cover
GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT) cover
Seratus Meter Dari Hatimu cover
Sudut pandang (felisha) cover
AKU MAU DI SAYANG BUNDA:( End.. cover
Kopi & Deadline (On Going) cover
satu hati satu nama  cover
ADIKARA ELUSIF (END) cover
ASYA - unrepeatable happiness cover

She Pluviophile

17 parts Ongoing

[AYO FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] _______ Rain. Sesuai dengan namanya ia sangat menyukai hujan. katanya, dalam rintik air hujan tersebut ia bisa menemukan kedamaian. Air hujan itu bagai obat yang bisa menutupi lukanya sekali pun obat itu kadang tak selalu menyembuhkan. Hidupnya yang begitu berantakan sedikit tersisihkan saat ia menyukai seorang pemuda bernama aksa dan bertekad mengejarnya. ------ "Aksa mau nggk jadi pacar gue? " "Nggk." "Jadi pacar gue, mau nnggk? " "Nggk." "Aksa, lo kok ganteng banget. Skincare nya apa? " "..... " ------------ "Aksa jadi masa depan gue, mau? " "Nggk." "Aksa! Jangan nolak gue terus dong! Gue santet nih. " "..... " "Aksa! Aksa! Aksa gue...!!!! " "Berisik! Bisa diem nggk! " "Nggk! Sebelum lo jadi pacar gue. " "Setres! " "Gue anggap itu pujian. " -------------- Kira kira begitulah kesimpulan cerita kita hari ini. __ Banyak typo yang bertebaran mohon memaklumi dikarenakan cerita ini belum direvisi. Sistim nulis trus publis. Udah gitu aja. Selamat membaca 🙂