Story cover for Bab 2 by PenerbitanAnaasa
Bab 2
  • WpView
    Reads 350
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 350
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Sep 04, 2015
Suasana di restoran mewah itu sungguh santai. Tenang dengan bunyi melodi yang terhasil dari gesekan biola yang dimainkan di suatu sudut penjuru restoran itu. Betul-betul sungguh mengasyikkan. Betul-betul mewujudkan suasana romantik. Mereka menjamu selera sambil berbalas-balas pandangan mata. Menjeling, melirik manja dan tersenyum mesra.
“Kenapa you pandang I macam tak pernah tengok I sebelum ni, Zaf?” Lily Serina menegur. Semenjak dari tadi dia mula perasan yang mata jejaka yang duduk berhadapan dengannya itu tak henti-henti melirik kepada dirinya.
“Tak ada apa-apa… You nampak anggun hari ni, Erin.” Lelaki itu menjawab sambil memuji.
Kembang hati Lily Serina mendengar pujian yang meluncur dari mulut jejaka kesayangannya itu.
“Jadi selama ni I tak anggunlah di mata you?” Dia menyoal manja.
“Tak juga, selama ni pun memang anggun tapi hari ini… hurm, betul-betul anggun.”
“Oh ya? Tapi…”
Krak! Kunyahannya terhenti serentak dengan kata-katanya yang mati. Dia seperti tergigitkan sesuatu benda
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Bab 2 to your library and receive updates
or
#10nuril
Content Guidelines
You may also like
Sailing With You [END] by veyanaardiani
65 parts Complete
Perjalanan kisah cinta Gara seorang naval architect muda dengan Arunika mahasiswi magang yang bekerja membantunya. Siapa sangka pertemuan takdir itu mengungkap kisah masa lalu yang dipenuhi kesalahpahaman. Akankah bahtera Gara dan Arunika bisa terus berlayar di antara badai yang menerjang ? ..... Ceklek Sontak Gara menoleh. Dengan panik dia berlari namun naas kakinya tergelincir cairan licin di lantai. Tubuh Gara oleng tak seimbang namun dia berhasil menstabilkannya dengan gerakan reflek yang ia lakukan. Arun berkedip-kedip melihat pemandangan di depannya. Dia memang tak asing melihat cowok bertelanjang dada. Ardi sepupunya selalu begitu saat di rumah ketika gerah. Begitupun teman-temannya saat di kelas sehabis pelajaran olah raga. Tapi yang ia lihat kini Gara. Suaminya. Yang masih untouchable. "Mas Gara ngapain nari sambil handukan gitu ?"ceplos Arun menyembunyikan debaran di balik ekspresi heran. "Hah ?! Aku nggak lagi nari, Arun. Ini hampir jatoh" What the hell !!! nari ? Arun ngira gue nari ?! Masa gue tadi gemulai ? Padahal kehormatannya sebagai suami hampir di ujung tanduk begitu. Untung saja dirinya tidak jatuh tengkurap di hadapan Arun. Syukurlah hari ini masih bisa jaim (jaga image) "Oh.." Arun tak ambil pusing dan berjalan mengambil alat pelnya. ..... "Nama urus belakanganlah. Cari ukurannya dulu. Dihitung dirancang dulu. Baru dikasih nama." "No !!! Nggak bisa gituu. Bagi gue kapal itu udah kaya anak. Jadi ya kasih nama dulu baru dirawat dan dibesarkan sepenuh hati" terang Shofi. "Ya kan sebelum anak lahir lo harus bikin dulu. Ngidam dulu. Lahiran dulu. Baru dikasih nama" "Hmmmm....begitu ya" Shofi manggut-manggut membenarkan perkataan Arun. "Eiiiits....bentar-bentar. Bikin dulu ?! Ngidam dulu ?!" Ulang Shofi. "Tumben lo ikutan gak jelas nanggepin metafora gue" heran Shofi. Arun tersadar. Mengalihkan pandangannya dari buku dan menatap lurus Shofi di depannya. "Iya juga." jawabnya singkat dan meneruskan kembali bacaannya dengan cuek.
THE PRINCESS ANTAGONIS [How about me?] by azasweet1212
27 parts Ongoing
NO PLAGIAT‼️ Pernah nggak sih kebayang, hidupmu yang biasa-biasa aja tiba-tiba berubah total? Itulah yang dialami Queenza, atau yang lebih sering dipanggil Zaza, seorang cewek bar-bar yang nggak pernah takut buat bilang apa yang ada di pikirannya. Semua gara-gara hal yang super nggak masuk akal-sebungkus garam. Yup, garam. Si bumbu dapur itu. Awalnya Zaza cuma menjalani harinya kayak biasa, sampai dia tembus ke dimensi lain dan mendapati dirinya berdiri di tengah kerajaan megah yang kayak cuma ada di film-film. Pilar-pilar tinggi berukir, karpet merah yang empuk banget, dan orang-orang berpakaian super mewah. Tapi... tunggu dulu. Kenapa tatapan mereka semua kayak nggak suka sama dia? Oh, ternyata... Zaza adalah tokoh antagonis. Bukan ratu yang bijaksana. Bukan putri yang cantik dan dicintai. Tokoh antagonis. Sosok yang ditakuti, bahkan mungkin dibenci seantero kerajaan. Buat Zaza, ini jelas nggak masuk akal. Dia bahkan nggak tahu cara bersikap anggun atau bicara dengan nada sopan. Jalan aja masih suka nginjek kain gaunnya sendiri. Tapi Zaza nggak punya waktu buat mikirin itu. Dunia ini penuh drama-perebutan kekuasaan, sihir, dan rahasia-rahasia kerajaan-dan Zaza unggak mau jadi pecundang. "Kalau aku memang antagonis," pikir Zaza, "ya sudah. Tapi biarkan aku jadi antagonis yang menulis ceritanya sendiri." Dengan sikapnya yang ceplas-ceplos dan tekad sebesar istana, Zaza mulai mengubah jalan ceritanya. Karena menurut dia, semua orang punya hak buat menentukan akhir kisahnya sendiri, bahkan si tokoh antagonis sekalipun. Mau tahu gimana caranya Zaza bertahan di dunia yang nggak kenal kompromi ini? Masukin aja ke perpustakaan kalian! Siap-siap buat hanyut dalam kisah yang penuh sihir, konflik kerajaan, dan kekacauan yang cuma bisa dilakukan oleh Queenza. Dan percaya deh, ini baru permulaan. Jangan lupa! Vote author, biar author rajin nulisnya, jangan lupa komen juga, Author menerima kritik dan saran 🙂 Terimakasih 👋🏻
You may also like
Slide 1 of 8
Complete (END)  cover
Sailing With You [END] cover
Cinta yang Sesungguhnya END ( ORINE JKT48 ) cover
Entwined by fate || BXB cover
Kahfi dan Yumna 2 cover
[✔]1.Story about you  cover
THE PRINCESS ANTAGONIS [How about me?] cover
AIRen cover

Complete (END)

54 parts Complete

"Ya, kau tidak punya mata? Lihat, buku ku jadi kotor!" Sosok yang sedang membersihkan seragamnya tersentak kaget mendengar pekikan tersebut. Matanya berkedip tidak percaya. Heol, jelas-jelas dia yang korban disini. Mengapa jadi dia yang di salahkan? Memberanikan diri, dengan perlahan dia menatap gadis bertopi di hadapannya itu. Seketika gadis berseragam sekolah itu menelan salivanya susah payah mendapati tatapan tajam di balik kacamata hitam tersebut, seakan siap menerkamnya saat ini juga. "J-jongsahamnida. Nde, aku yang salah," Yeri membungkuk dalam. Hanya cara ini yang terpikirkan olehnya. Yap. Gadis itu adalah Yeri baru saja pulang sekolah. Dia memutuskan untuk membeli minuman susu di tempat favoritnya sebelum pulang ke rumah. Tapi malah berakhir seperti ini. Joohyun menggeram kesal sambil melepas kacamatanya, mencoba menahan amarahnya yang siap meledak. "Aish, bisa-bisanya kau membuat ku kesal seperti ini," Hari pertamanya di kota kelahirannya saja sudah di sambut dengan hal seperti ini. Bagaimana kedepannya nanti?