Berapa Lama Aku Tenggelam ?

Berapa Lama Aku Tenggelam ?

  • WpView
    Reads 499
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 8, 2016
Hai, selembar kertas putih. Apa yang kau ingin aku lakukan terhadapmu ? Haruskah aku mencurahkan isi hatiku padamu ? Atau membuatmu menjadi perahu kertas ? Atau mungkin kau hanya akan berakhir di dalam tempat sampah ? Tiada salahmu berakhir seperti apa pun yang aku inginkan. Salahku karena mengakhirimu dengan cara yang aku inginkan. Hai, selembar kertas putih. Sekarang, Lembaran baru ini adalah dunia kecilmu. Bersama dengan lembaran lainnya, Temani hariku.
All Rights Reserved
#9
berapa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • Penyair Dan Si Penyayat Hati
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • Jodoh Pilihanmu, "Dia Yang Terbaik" (TAMAT)
  • Kepada sang pencipta rindu
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||

[HIATUS] Indira tidak pernah meminta untuk dilahirkan dengan tubuh yang lemah. Tapi hari-harinya kini dipenuhi detak mesin, jarum-jarum tajam, dan dinding rumah sakit yang dingin. Tubuhnya tidak pernah benar-benar sembuh, tapi pikirannya terus mencoba kuat. Karena di sisi lain, ada Ella. Seseorang yang selalu ada di sana, dengan sabar, lembut, dan tak pernah menyerah. Ella yang datang dengan susu kotak saat dunia rasanya hambar, yang menemani sesi cuci darah meski hanya bisa duduk diam sambil menggenggam ujung jaket Indira. Namun semakin hari, semakin terasa: ada batas yang tak bisa lagi mereka pura-pura tak lihat. Indira mulai menjauh, bukan karena tidak cinta, tapi karena takut cinta itu perlahan berubah jadi beban. Ia merasa tak lagi layak untuk dicintai, apalagi saat tubuhnya sendiri terkadang tak sanggup berdiri lebih lama dari lima belas menit. Sementara Ella terus bertanya; mengapa kak Indira menarik diri? Apa salah jika ia ingin tetap di samping seseorang yang ia pilih untuk ia perjuangkan? Di antara rasa sayang dan amarah yang terpendam, keduanya mulai kehilangan arah. Mereka tak pernah bertengkar, tapi diam-diam saling menyimpan luka. Sampai pada akhirnya, sebuah sore yang sunyi di stasiun kecil menjadi saksi bahwa: keduanya duduk berdampingan, tanpa banyak kata. Hanya ada satu kalimat dari Ella, pelan namun penuh makna, "Ayo menepi dulu, sebentar saja." Bukan untuk pergi, bukan untuk berakhir. Tapi untuk istirahat dari semua hal yang memaksa mereka menjadi kuat setiap waktu. Namun yang tidak mereka tahu adalah... kadang, yang kita anggap hanya sebentar bisa jadi jeda terakhir sebelum semuanya berubah. "Aku ngerasa kayak mayat hidup, El..." "Ada aku, Ada Ella... Semuanya akan baik-baik aja, kak. Trust me..." Start ; Fri, May 16, 2025 End ; - By. awmawindh |; Seraphine.daine

More details
WpActionLinkContent Guidelines