Sex...memberikan....

Sex...memberikan....

  • WpView
    Reads 334,120
  • WpVote
    Votes 696
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureOngoing36m
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 30, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Berbicara tentang dunia sex akan mengarah pada kebutuhan inti seluruh manusia...Dunia sex dalam beberapa bentuk dan setiap manusia dapat menikmati semuanya. Satu pertanyaan, apakah ini sesuatu hal yang sangat menarik bagi kehidupan siapapun juga. Inilah kisah percintaan seorang gadis bernama Louis ...dan pergaulan bebas dimana permainan sex yang sedang membungkus...hingga membawa ke suatu keadaan... Entahlah, bagi pemandangan siapapun merupakan sesuatu hal tersendiri dan kebutuhan primer... Ibaratnya, sex merupakan makanan pokok bagi siapapun yang menikmatinya, Dunia percintaan dan sex dalam langkah kehidupan seorang maha siswi bernama Louis. Memiliki cerita tersendiri didalamnya. Mencintai salah satu dari seniornya bernama Divon memberikan kesan percintaan tersendiri bagi kehidupan seseorang. Seorang pemuda yang tidak lain merupakan sahabatnya sebelum mereka berpisah saat memasuki bangku Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Dapat dikatakan, bahwa Divon merupakan sahabat kecil dari Louis . Tidak pernah menyerah dalam... Mencintai dalam hal...memberikan sebuah keadaan...Cinta, persahabatan, air mata, sedang menyatu dalam dunia seorang gadis bernama Louis... Tatapan mata yang penuh dengan berbagai makna untuk bercerita tentang...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Her Prison, Her Pleasure(Intersex)(EDITING)✓
  • The Enigma's debt
  • ခိုဝင်တိမ်းမူးမြတ်နိုးရပါသော...နှလုံးသားငယ်
  • Temperature Gap
  • The Royal's Love
  • The Sinister
  • Heer~THE UNWANTED DAUGHTER
  • AKSHARA - THE FORGOTTEN SEED
  • Unfaithful Heart
  • No Place Like Home - PREVIEW ONLY

Valeria didn't rush. She never did. Inez was pinned beneath her, wrist locked overhead, the hold precise and impersonal. Not pain. Control. Inez scoffed anyway. "That's it?" she sneered. "I've had tutors scarier than you." Valeria said nothing. The silence pressed in. "You don't scare me," Inez added, louder. Brattier. "You just-" "Enough." One word. Flat. Final. Valeria lifted Inez's chin with two fingers, detached as a correction. "Look at me," she said coolly. "If you're going to embarrass yourself, do it properly." Inez laughed, brittle. "You think this makes you powerful?" "I don't think," Valeria replied. "I decide." Her gaze never wavered. "You provoke because it's the last control you have." "I don't belong to you," Inez snapped. Valeria leaned in, voice razor-thin. "You are my wife. You belong to consequences." She released her grip. "Say it." "No." Valeria waited. The quiet broke Inez, she hated being ignored. "...I'll behave, I'll be a good girl" Inez muttered. "Specify." Inez swallowed hard. "...I'll be your good girl" Valeria stepped back, already distant. "Good," she said. "Remember why." #1 older women-13th February (FAST PACE BOOK)

More details
WpActionLinkContent Guidelines