Love Said

Love Said

  • WpView
    LETTURE 7
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadPer adultiCompleta sab, set 5, 2015
Ini pengalaman cinta Ku.. Semua manusia di dunia ini ingin memiliki ending yang membahagiakan... Termasuk aku... Tapi.... Aku... Adalah aku... Tertawa... Menangis... Dan diam atas sakit adalah keseharian dalam cintaku... Aku hanya seorang wanita... Wanita yang lemah dihadapkan yang Ku cintai... Dan berusaha tersenyum setiap hari... Aku hanya wanita... Yang ingin di perhatikan... Ada kalahnya ingin marah... Tapi selalu jadi salah... Kenapa aku hanya bisa menangis dalam gelap dan hujan... Bukan karena ingin dibilang tegar dan tidak pernah kalah, sakit terus terjatuh karena cinta... Tapi aku hanya ingin melihat semua orang bahagia.. Tanpa beban dan kesedihan... Berulang kali mengala dan mengala walau air mata dan terus air mata... Aku hanya bisa diam.. Tidak bisa mengutarakan isi hati ini.. Saat telah nyaman pasti akan menangis... Aku terus bersabar dalam senyum... Terus tertawa dan menyembunyikan kebohongan hati ini... Dan saat ini aku mengulanginya lagi...dan lagi...
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • You're Here, But Not For Me
  • SasuHina - I Knew I Love You
  • Terkulai Tapi Tak Layu
  • I WONT GIVE UP
  • HATI💔 YANG TERPILIH
  • Tentang Kita
  • ngger adalah vandyku
  • N O R A [on going]
  • Ketika Tulisan bercerita?

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti