Hate is Love (Repost)

Hate is Love (Repost)

  • WpView
    Reads 174
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 6, 2015
Namaku Cherry, C.H.E.R.R.Y. orang-orang yang mengenalku memanggilku dengan dua suku kata yaitu Cher dan Ry. Aku paling gak suka sama satu jenis mahkluk di bumi ini yaitu lelaki. Dan berikut ciri-ciri cowok yang sangat ku benci : 1. Nyebelin 2. Ngegombal 3. Sok ganteng, walau kenyataannya ganteng 4. Playboy 5. Brengsek 6. Kaya Dan tipe itu semua ada di lelaki bernama Reval Anggara boss gila yang terus menerus mengejarku. Entah apa obsesinya sehingga ia tak henti hentinya mengganggu. Sampai suatu ciuman pertama, ahh tidak, itu ciuman kedua dan ciuman itu meruntuhkan dinding pertahananku untuk membenci lelaki. Dia, kenapa harus dia yang aku sukai. Dan saat aku mulai menerima kenyataan bahwa aku mencintainya sesuatu hal yang kutakuti itu datang menamparku, kesakitan itu menghampiriku. Ketakutanku akan jatuh cinta akhirnya terjadi. Dan kejadian itu terulang kembali, dia telah membuka luka lama yang yang ku simpan. Jadi? Haruskah aku mencintai lelaki itu.
All Rights Reserved
#389
balikpapan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Berbentuk Persegi [END]
  • G E L V A N
  • ILY MY ENEMY [END✓]
  • Grapple
  • NADYRA
  • Dude, I'm Gay (TRUE STORY) (17+)
  • Heart Challenge (ON THE GOING)
  • GAME
  • HURT (my Sister Is My Enemy)

Gue nggak pernah nyangka hidup gue bisa berubah drastis cuma dalam tiga hari. Dulu gue Aria yang gemuk, pemalu, dan lebih sering ngumpet di balik punggung Alice atau Tessa kalau ada cowok ganteng lewat. Tapi sekarang? Semua mata ngelirik ke arah gue setiap gue jalan di koridor sekolah. Padahal gue nggak pernah minta buat jadi pusat perhatian. Gue cuma... kehilangan berat badan karena sedih nonton film BL favorit gue. Kedengarannya konyol, ya? Tapi kenyataannya, tangisan dua hari lebih itu ngubah seluruh penampilan gue. Dan parahnya, sekarang mama sama abang gue aja sempat nggak ngenalin gue. Yang lebih aneh lagi, cowok-cowok yang dulu cuek sekarang mulai mendekat. Chris, cowok basket yang dulu ngelempar bola ke kepala gue, sekarang malah ngajak kenalan. Melker, yang biasanya dingin kayak kulkas dua pintu, tiba-tiba jadi perhatian dan mau ngobrol. Dan Adrian... dia kayak punya radar khusus buat bikin gue salah tingkah setiap detik. Bahkan candaannya yang ngeselin aja bisa bikin jantung gue deg-degan. Gue bingung harus senang atau takut. Karena gue masih Aria yang sama di dalam, cuma dunia di luar yang kelihatannya mulai berubah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines