Panaginip
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 9, 2015
WpInfo
Non-Fiction
Habang natutulog ako sa aking kama, naalimpungatan ako dahil sa malamig na simoy ng hangin, na naging dahil upang tumayo ang aking mga balahibo. "Ang Lamig! Brrrr..!!! kumuha lang ako ng kumot at bumalik sa pagkakahiga isinawalang bahala ko na lamang iyon!! Lingid sa kaalaman ng Dalaga, may iba pa pala itong Kasama sa kanyang silid. na ngayon ay nakangiting pinagmamasdan ang dalaga sa mahimbing na pagkakatulog nito. Nagising ulit ako, hindi dahil sa malamig na hangin kundi dahil sa may naramdaman akong mga kamay na humahagod sa aking likuran. Napabalikwas ako sa aking kama, ng makita kung sino. "WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHH!!!" napatakbo ako agad sa may pintuan sa sobrang takot pero naunahan n'ya ako. "SI-N--O K--A?!!" Nanginginig na yung boses ko "HAHAHHAHAHHAHAHAHHAHAHA!" nakakakilabot lang na tawa ang saot n'ya. para s'yang Demonyo! ay hindi isa s'yang Demonyo! Nakakatakot ang kanyang Hitsura. may isang sungay sa ulo, may malalaking bukol sa mukha, at mga matang mapupula na nanlilisik, kasinlaki n'ya si hulk. "MOMMMMMMMMMMMMYYYYY!!" Sigaw ko, sa ubod ng aking makakaya. pero parang walang nakakarinig. Unti- unti s'yang lumalapit sa'kin, ako naman ay paatras ng paatras! "WAG KA--NG LUMA-PITTT!!!" nanginginig na yung Boses ko sa takot. "HAHAHAHAHAHAHAHHA!!" pang Demonyong Tawa! "Lord help me please :'("- sa isip ko. paatras pa din ako ng paatras hanggang sa walang na akong maatrasan. "HANGGANG JAN KA NALANG!! HAHAHHAHAHA! PAPATAYIN KITA! HAHAHA!" "WA--G POOOO!!" napaupo ako na lang ako sa sulok habang s'ya ay papalapit. Nagdasal ako ng mataimtim. "Our Father, Who art in heaven Hallowed be Thy Name Thy kingdom come, Thy will be done, on earth as it is in heaven. Give us this day our daily bread, and forgive us our trespasses, as we forgive those who trespass against us; and lead us not into temptation, but deliver us from evil. Amen. " Hanggang sa, "ANAK!! ANAK! GUMISING KA!!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Arkan&kiara
  • BarraKilla
  • Baby Boy [FemDom]
  • My Friend Is My Strength
  • My Sweet heart
  • Hello, "Mr. Perfectly Fine" [ HIATUS ]

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines