Apple Blossom

Apple Blossom

  • WpView
    Reads 583
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 18, 2015
Aku menatapnya dalam diam, menatap mata bulat hitam lekatnya tajam tajam. Tiba tiba terdengar suara agak jauh, "Lex, ayo udah ditunggu bu Yosi" Aku menunduk untuk menutupi pipi merah ku. "Gue suka sama lo, gue cuma curhat kok" lalu aku pergi menyusul Cinta. Detak jantungku seraya berhenti. Aku menengok kebelakang, wajah David berubah agak serius dan bingung. Dia melamun, mungkin memikirkan kata kata ku tadi. "Duuh, waktu ngelamun aja masih ganteng, David, David" gumamku sambil setengah berlari. gadis cantik bernama Alexis. orang-orang biasa memanggilnya Lexi. sangat spesial bagi seorang cowok yang pertama kali membuatnya jatuh cinta pada bunga apel ini. taman yang pohonnya didominasi warna pink dan putih ini, membuat Lexi jatuh cinta pada pandangan pertamanya. Apple Blossom adalah saksi cinta pertamanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Calvarie | Revisian [Segera Terbit]
  • Because I'm Stupid (End)
  • Game Over: Losing Control
  • Kelas A [End]
  • BENIH LUKA (ON GOING)
  • Penantian
  • Cerita Cinta SMA [TAMAT]
  • Is LOVE
  • PANDANG PERTAMA

Kala itu, Marie yang sedang piket di ruang kelasnya merasa sangat kesal akan tingkah laku seorang pemuda yang merupakan teman seangkatannya, dan pemuda tersebut bernama Calvin. Kesan pertama itu membuat Marie sangat tidak menyukainya, karena tingkah lakunya yang sangat menyebalkan. Namun, seiring berjalannya waktu, Marie yang sudah tak ingin mengingat hal tersebut pun kini berubah menjadi teman baik yang cukup dekat dengan Calvin. Marie yang awalnya hanya ingin membalas perbuatan Calvin kala itu, kini justru membuatnya secara tak sadar dengan perasaannya sendiri terhadap Calvin. Kedekatan Marie dengan teman-teman terdekatnya, kini terlihat semakin erat dan sangat kompak di setiap harinya. Namun, satu masalah besar datang menimpa mereka, hingga kini mereka harus berpisah dan berjalan di dalam garis takdirnya masing-masing. Lalu, bagaimana dengan kelanjutan perjalanan dari pertemanan mereka? Akankah pertemanan tersebut harus terputus karena satu masalah besar yang menimpa mereka? Ataukah justru mereka masih tetap berkomunikasi dengan baik meskipun situasinya sudah sangat berbeda? Baca cerita selengkapnya di sini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines