Tersayat imaji

Tersayat imaji

  • WpView
    LECTURAS 11,597
  • WpVote
    Votos 1,117
  • WpPart
    Partes 134
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, may 8, 2018
Hasil kolaborasi rasa yang meninggalkan jejak dalam bentuk sajak. Selamat menikmati! Cover by fnhoran
Todos los derechos reservados
#107
poetry
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kelopak Tanpa Bunga (کلوڤق تنڤا بوڠا) [OG & SU]
  • Sekadar Kata Hati
  • aksara
  • Berjuang walau penat
  • Kisahnya Begitu Jalannya Begini
  • Cinta yang Ku Dambakan Bahagia( Slow Update)
  • Langkah Tanpa Lari: Aera Inara [C]
  • Fragment Rindu
  • ENIGMA
  • FOURTH HAREM

[PROSA PUITIS✒️] Imalis Camélia atau Camy selalu bergerak dalam diam. Sunyinya bukan kosong tetapi ia menyimpan rahsia, kenangan, dan luka yang jarang disentuh. Di sebuah kedai buku lama kecilnya, di antara kelopak yang gugur dari pokok bunga kamelia di halaman, setiap hari menjadi ritual menatap dunia melalui kesunyian. Hinggalah suatu ketika "Insan" itu muncul. Tenang, penuh perhatian, dan diamnya bukan hambar malah menyentuh sesuatu yang tersembunyi dalam diri Camy. Mereka tidak banyak bercakap cuma berbalas-balasan surat. Tetapi dalam diam, sesuatu berkembang. Sebuah kisah yang lembut, halus, dan tak terucap selama ini. ".... mana kau menghilang, lama aku tunggu..." - monolog, IMALIS CAMÉLIA "Saya tak ada niat nak menghilang tiba-tiba, tapi kalau ditakdirkan saya hilang buat selama-lamanya, awak boleh jaga diri tak?" - S.E.A Di antara kelopak tanpa bunga itu, ada kedua jiwa belajar menemukan cinta dalam cara yang paling sunyi, paling puitis... dan paling nyata.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido