We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My little brother

My little brother

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 19, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
"oppa, bangun! " "ehmmmm' apaaan sih kak,,, adek masih ngantuk nih!!!" erangan pemuda berusia 20 tahunan. Menark selimut yang tercecer di lantai akibat ulahnya sendiri. "hhuhhh, coba aja ga hujan deras pagi ini. Ga perlu dech oppa ,,, kakak mau susah payah bangunin adek yang tidur ga tidur ga bisa diem". Rewel samng kakak. "Mending, gampang di bangunin. Lah ini, udah tidurnya sambil pencak'an , ngebo pisan". Rutuk wanita 23 tahun itu. "jam brapa sih kak , berangkatnya? " Masih capek, ah. Ganggu aja... Lagi enak enaknya mimpi juga!!!" "Jam 9.45 udah harus nyampe resto, oppa!!!" manja kakak perempuan itu kepaa adik cowok semata goleknya itu. Oh ia! Kenalin nama gue izza. Lengkapnya SAFRIZAL MEY JULIO. Keren kan nama gue, meskipun agak ndeso. Ya, gue 3 bersaudara. Kakak pertama gue, yang bangunin gue barusan. Namanya Cezilia Mey Julia. Meskipun dia anak pertama nyokap bokao gue, tapi dia yang paling manja. Masih bagus, kalau manjanya ke nyokap bokap.
Public Domain
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Truth Is, I....... (END)
  • 30 Days Make Me Feel Your Love
  • Anak DESA ✔
  • Enigma {MileApo}
  • The Other Me (on going)
  • The Crazy best friends
  • Twinkle Twinkle (boyslove)
  • PERMEN, GAN?

WARNING..!!! CERITA BERGENRE LGBT (BOYxBOY) HOMOPHOBIC GO AWAY. ***** "Hmmmppp.. achh.. Berhentii.. " Aku menghentikan kegiatan yang ku lakukan terhadap nya dan menatapnya lekat. "Okee." Hanya itu jawabku. "Tunggu.. tidak.. teruskan" "Jadi lu suka?" Ia menatapku dan mengangguk kecil, "kayaknya sih.." Aku pun bangun memakai kembali jaket ku yang terhempas di atas lantai dan mengambil ransel ku. "Evann.. Ayolaahh.. Sialan. Lu mau kemana?" Aku sudah berjalan menuju pintu, meninggalkan tubuh sexy bertelanjang dada itu sendirian untuk menyelesaikan masalah yang ia ciptakan sendiri. "Pulang, gua mau balik Pet, sampe ketemu lagi besok " Aku sudah menggantungkan senyumku di atas awan sambil tetap melangkah dan memilih pergi. "Peter, Kau memang bodoh.. " *****

More details
WpActionLinkContent Guidelines