Puisi Jiwa Sesat [COMPLETE]

Puisi Jiwa Sesat [COMPLETE]

  • WpView
    Reads 9,534
  • WpVote
    Votes 303
  • WpPart
    Parts 92
WpMetadataReadComplete Sat, Sep 26, 2015
Puisi "Jiwa Sesat" menggambarkan keadaan seseorang yang hilang arah dalam dirinya sendiri. Ia bukan tentang hilang tempat, tetapi hilang rasa - kosong, keliru, dan sepi dalam diam. Puisi ini membawa pembaca menyelami jiwa yang penuh persoalan, menyimpan luka yang tak kelihatan, dan mencari makna di tengah dunia yang terus bergerak. Setiap baris mencerminkan pertarungan sunyi antara ingin pulang dan tidak tahu ke mana. Namun, di sebalik gelap itu, puisi ini menyelitkan cahaya harapan: bahawa sesat itu bukan akhir, tapi sebahagian daripada jalan pulang.
All Rights Reserved
#652
random
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bittersweet [B2]
  • Aku Hanya Mahu BERBICARA !!! βœ”
  • Let Me Protect You,My Precious [C]
  • Bawah Langit Yang Sama [C]
  • β€’HATIβ€’ Β©
  • Bukan Yang Terbaik (COMPLETE)
  • IDLAN: HIS WIFE [C]
  • Diari Hati [βœ“]

ο·½ π‘©π’π’π’Œ 𝑰𝑰 𝒐𝒇 π‘©π’Šπ’•π’•π’†π’“ π‘Ίπ’†π’“π’Šπ’†π’” π‘ͺπ’π’π’π’‚π’ƒπ’π’“π’‚π’•π’Šπ’π’ π’˜π’Šπ’•π’‰ @π’Šπ’„π’‰π’‚π’π’Žπ’‰ Beberapa tahun berlalu, kisah mereka yang belum dimulakan sudah terhenti. Awan juga sudah lelah meneka hati dan perasaan dua jiwa ini. Ada permulaan yang belum bertemu pengakhiran. Dan, ada beberapa soalan yang masih belum terjawab. Mungkin, masa yang akan menentukan apabila dua insan ini bersatu. Ada jiwa-jiwa yang masih belum pulih, ada jiwa yang masih belum mengenal bahagia. Jadi, kisah ini masih belum berakhir dengan lekas. Di bumi Kemboja, ada dua pasang mata yang kembali berlabuh pada hati yang tepat atas aturan Ilahi. Siapa sangka di misi kemanusiaan itu, Tuhan mengizinkan mereka bertemu? "It's nice seeing you laugh. Lagi-lagi bila saya penyebabnya." - Wafdan Imdad. "Awak sihat ke tidak ni?" - Wafiyyah Ilhami. Siapa sangka juga salah seorang di antara mereka mula menyedari perasannya? Ya, kerana yang Di Atas Sana maha membolak-balikkan hati serta perasaan mereka. Cuma untuk membina rumah ia memerlukan dua hati yang kukuh, supaya di lain hari rumah itu tidak akan roboh. Sehingga nanti badai menghentam, mampukah mereka bersabar dengan canda gurauan kehidupan? Wahai semesta, jiwa-jiwa ini layak mendapat bahagia. "Untuk seribu tahun pun lagi, mampukah awak bersabar dengan kita?" - Wafdan Imdad. p/s ; ini merupakan kisah sambungan buku Bittertruth, sila baca buku satu dulu untuk mengelakkan sebarang kecelaruan. "If you are reading this story on any other platform other than Wattpad you are very likely to be at risk of a malware attack. If you wish to read this story in it's original, safe, form, please go to www.wattpad/user/haniswrite. Thank you." FEB 2022 @haniswrite @ichalmh

More details
WpActionLinkContent Guidelines