Chandelier

Chandelier

  • WpView
    Reads 906
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 16, 2015
Gemerlap lampu menyinari perempuan dengan pakaian serba minim yang membalut sebagian tubuhnya. Mengekspos bagian-bagian yang tak seharusnya ia perlihatkan pada orang asing, bahkan lelaki hidung belang yang bisa saja memangsanya saat ini juga. Hampir dari sebagian manusia di tempat ini telah terpengaruh oleh minuman beralkohol. Berjalan dengan sempoyongan akibat mabuk. Bagi mereka, inilah cara untuk bersenang-senang. Melepas penat yang merekat pada otak dan pikirannya. Gila memang, tapi inilah hidup seorang Gadis. Menjadi seorang gadis pesta dan mengubur dirinya di dalam dentuman musik keras yang memekakkan telinga. Sia - Chandelier © All Rights Reserved
All Rights Reserved
#88
sia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Sick
  • VIA-AMARA
  • [END] Extreme obsession [criminal investigation]
  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat
  • CLOSE the DOOR PLEASE
  • Lily of the Valley
  • GILANG [END]
  • Di Balik Kacamata [END]
Love Sick

𝐒𝐞𝐫𝐫𝐚 𝐆𝐢𝐬𝐞𝐥𝐥𝐚 𝐀𝐥𝐝𝐞𝐛𝐚𝐫𝐚𝐧 terkejut bukan main tak pernah ia sangka, laki-laki yang selama ini ia sukai diam-diam justru menyeretnya masuk ke dalam dunia yang gelap dan menyedihkan. Dunia yang penuh dengan obsesi, bukan cinta. 𝐀𝐥𝐚𝐬𝐤𝐚 𝐍𝐚𝐫𝐞𝐧𝐝𝐫𝐚, sosok yang selalu terlihat begitu memikat di mata Gisella. Wajah rupawan, tubuh jangkung, tatapan mata elang yang tajam semuanya terlihat sempurna. Tapi ternyata, itu semua hanyalah tipuan semata. Lapisan luar yang membungkus sisi kelamnya. Di balik senyumnya yang datar, tersembunyi pengendali yang siap mengekang siapa pun yang ia cintai. Gisella dulu mengira, menjadi pacar dari laki-laki yang ia kagumi selama bertahun-tahun akan terasa menyenangkan. Ia pikir, cintanya yang diam-diam akhirnya terbalas. Tapi nyatanya, dia salah. Sifat posesif, keras kepala, kasar, dan egois yang dimiliki Alaska perlahan-lahan menghancurkan dirinya. Hingga hidup sehari-hari pun mulai terasa sesak dan penuh tekanan. Yang paling menyakitkan, adalah kenyataan bahwa Gisella masih bertahan. Masih di sisi laki-laki brengsek yang justru merusak harapan-harapan kecil yang dulu ia jaga erat. 𝐁𝐚𝐠𝐢 𝐀𝐥𝐚𝐬𝐤𝐚, 𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤. 𝐃𝐚𝐧 𝐣𝐢𝐤𝐚 𝐢𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢 𝐆𝐢𝐬𝐞𝐥𝐥𝐚, 𝐦𝐚𝐤𝐚 𝐭𝐚𝐤 𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐮𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐚𝐧𝐭𝐚𝐬 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢𝐧𝐲𝐚.

More details
WpActionLinkContent Guidelines