Like a small boat

Like a small boat

  • WpView
    LETTURE 423
  • WpVote
    Voti 27
  • WpPart
    Parti 19
WpMetadataReadCompleta mar, ago 2, 2016
Sebuah perahu kecil di samudera yang luas, terombang-ambing oleh ombak yang tiba-tiba menerjang. Sebuah kehidupan, dimana kita hidup ditengah masyarakat, berada ditengah antara individu dengan individu lainnya. Aku, seorang anak panti yang mungkin bernasib tidak baik, 16 tahun aku hidup di panti ini. menghabiskan waktu dengan banyak belajar dari sebuah kehidupan. Aku, Rena Lokheswara gadis yang tumbuh di panti. entah kenapa orang tua ku meninggalkanku di panti asuhan ini. Aku, mungkin beberapa orang mengenalku dan mengetahui keberadaanku akan prestasi ku. Dia, mungkin ia ditakdirkan hanya membuatku marah. Dia orangnya, Raffa. mau tahu kelanjutannya. baca yuk story aku...
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Sehari Untuk Selamanya
  • Secret Boyfriend [BungaMG01&Zhaa_98] [End]
  • The Mafia
  • Hai, Kak! (END)
  • life, promise and love
  • My Life, My Destiny
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Grisella Laurensa
  • A R S E A N A
  • Gadis Desa Jadi Milliarder (END)

"pokoknya nji mau nya mama yang suapin" _kenzie "Kamu apa-apaan sih Kenzie? Udah gede gitu emang nggak malu?" _Riana "Tapi mama kan udah janji seharian bakal turutin permintaan nji?" _kenzie "Iya tapi hari ini kamu tuh aneh. Manja banget. Mama juga butuh istirahat buat besok, nah ini kamu dari pagi banyak banget mau nya. Minta di potongin kuku lah, di temenin tidur siang lah. nah sekarang apalagi? Minta di suapin? Ayolah Kenzie.. kamu udah 15 tahun." _Riana "16 ma.. 2 bulan lalu." _Kenzie Satu fakta lagi bahwa ibunya memang melupakan hari kelahirannya. "Nji janji ini terakhir kalinya.. eh enggak deh. Besok nji minta papa mandiin nji dulu" _kenzie Riana tak pernah berfikir bahwa itu adalah obrolan terakhirnya dengan Kenzie, anak sulungnya yang selama ini mengemis kasih sayang dan terabaikan olehnya. "Tapi mama tau nggak kalau malaikat mencabut nyawa nggak harus orang yang sakit aja ma.. kadang tuhan manggil orang yang...." "Diam Kenzie. Kamu lagi makan nggak boleh sambil bicara" potong Riana, hatinya tiba-tiba perih mendengar ocehan putranya. "Kamu tau kalau Khanza lebih butuh perhatian Kenzie" _batin Riana..

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti