Different

Different

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 18, 2015
Mereka tak pernah tahu. Apa yang kurasakan selama ini. Mereka tak pernah peduli. Apa yang kualami di dunia ini. Pagi dan malam datang silih berganti. Cinta datang dan pergi begitu saja. Kasih sayang hanyalah sebatas ucapan. Pertemanan hanyalah status. Aku duduk sendiri disini. Di ruang ini. Di kelas ini. Di bangku ini. Seseorang menatapku dari kejauhan. Menatap iba. Aku tak butuh pengasihananmu bodoh! Aku bisa hidup sendiri! Siapa yang butuh tangan kotormu? Siapa yang rela disentuh hati busukmu? Pergi kau dasar setan! Aku tak butuh orang sepertimu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Are You The One Tied to Me?
  • FRAGMENT (From ALTERITY)
  • Diary Of an Introvert (REPOST)✔
  • Prolog✓
  • Suami Gangguan Jiwa (TERBIT)
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Isi Kepala
  • The Grey Of SAKARUNA
  • Betadine
  • [END] When the Stars are Tired

Semua orang punya titik balik. Dalam hidup, dalam mimpi, dalam perasaan. Dan terkadang, titik balik itu hadir lewat orang yang tak kau duga, di saat yang paling tak masuk akal. Namaku Rain Anak organisasi. Perfeksionis. Rasional. Terlalu terbiasa memetakan semuanya menjadi rencana. Dan di dalam setiap rencanaku, selalu ada satu nama yang seperti gangguan: Raib. Rival paling abadi. Cermin yang paling merepotkan. Tapi juga satu-satunya orang yang benar-benar selalu menantangku. Kami saling bersaing di medan yang sama-ruang rapat, hasil evaluasi, dan perdebatan yang tidak pernah selesai Tapi semakin aku beradu dengannya, semakin aku sadar, tidak semua lawan harus dikalahkan. Kadang, mereka hanya butuh dipahami. Lalu datang Kenza. Si-Kapten basket. Bukan anak organisasi. Tapi justru itu yang membuatnya mencolok di mataku. Ia seperti jeda yang tidak pernah kuminta kepada Tuhan, tapi diam-diam kubutuhkan. Seseorang yang muncul tanpa pretensi, tapi menghadirkan pertanyaan paling sulit yang pernah kutemui: apa sebenarnya yang sedang kucari? Dalam riuhnya proposal kegiatan dan jadwal padat rapat, dalam tatap mata yang tak selesai antara aku dan Raib, dan dalam keheningan canggung bersama Kenza, aku belajar. Bahwa kadang yang paling berarti bukan siapa yang paling sering hadir, tapi siapa yang membuatmu diam dan berpikir ulang tentang dirimu sendiri. Interlinked adalah tentang benang-benang yang tak terlihat, tapi nyata. Tentang rivalitas yang tumbuh menjadi penghargaan, dan tentang perasaan yang perlahan memanggil pulang-dari tempat yang tak pernah kau sangka. Karena dalam hidup, orang-orang datang bukan hanya untuk tinggal. Ada yang datang untuk mengubahmu. Pelan-pelan. Dalam. Dan tidak terduga.

More details
WpActionLinkContent Guidelines