The Last Awarding

The Last Awarding

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Wed, Mar 30, 2016
WpInfo
Non-Fiction
AKu kembali kecewa Setelah melihat nilai ujian yang baru saja di berikan kepada ku ya Namaku emily aku selalu diolok di kelas karna selalu mendapat nilai ujian jelek aku udah belajar siang malam tetap aja selalu 60 an entah ya kenapa temenku yang namanya kimberly cukup belajar 2 jam pasti nilainya 100. Kebetulan setelah ini ada ulangan Mtk pokonya gue harus dapetin nilai bagus kalo bisa kimberly yang nilainya jelek. Ulangan pun tiba......... jeng jeng jeng gue mulai melihat soal-soal yang mengerikan sepertinya gue gada harapan untuk ngalahin nilainya si kimberly deh."waktu mengerjakan tinggal 15 menit!"ucap pak somat (guru mtk) sambil memperbaiki kacamatanya. Ternyata kimberly adalah murid pertama yang ngumpul ujian pertama. Gue coba menggingat-ingat lagi pelajaran mtk yang tadi gue pelajarin tapi gue sama sekali gak ingat apa-apa. Tiba-tiba pak somat keluar dari ruangan kelas dengan alasan ingin ke toilet. Tiba-tiba temen samping gue yang namanya sherly ngasih surat kecil ketika gue
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Giant Baby [COMPLETED]
  • Promise
  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • Satu Langkah
  • KIARA [END]
  • Davidson || END
  • ARFANAZ (COMPLETED✓)
  • I L A L A N G ✔ (Tamat)

Satu sekolah gempar saat mengetahui pentolan sekolah ternyata sudah memiliki seorang kekasih, di tambah lagi dengan fakta yang ternyata kekasihnya adalah Sekretaris OSIS, membuat mereka semakin heboh. "Kok lo mau sih sama Keirlan? secara dia kan bertolak belakang banget sama tipe lo," ujar seorang teman sekelasnya pada Kimberly. Kimberly menatap teman sekelasnya bingung, "kata siapa?" tanyanya. "Kata yang lain, tipe lo kan modelan kaya David atau Gabriel gitu. Iya, kan?" Kimberly tertawa kecil. Gadis di depannya ini mana tahu sifat Keirlan di luar dan saat bersamanya sangat bertolak belakang. "Keirlan aslinya nggak seserem itu kok," balas Kimberly. "Ya, dia emang nggak serem kalo sama lo doang. Beda lagi kalo sama kita-kita," sahut salah satu sahabat Kimberly yang sedari tadi hanya menyimak. "Bener, tuh! gue cuma lewat samping dia aja udah merinding, auranya gelap banget gilak!" seru sahabat Kimberly yang lain. "Ih udah, nggak boleh ngomongin orang. Dosa, tau!" sela sahabat Kimberly yang satunya lagi sebelum pergibahan ini berlanjut dan menjalar sampai kemana-mana. Kimberly tersenyum tipis. Andai mereka tahu kalau sifat Keirlan itu sangat manja, pasti ketiga sahabatnya ini tidak akan pernah melihat Keirlan dengan tatapan takut.

More details
WpActionLinkContent Guidelines