The Last Awarding

The Last Awarding

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Wed, Mar 30, 2016
WpInfo
Non-Fiction
AKu kembali kecewa Setelah melihat nilai ujian yang baru saja di berikan kepada ku ya Namaku emily aku selalu diolok di kelas karna selalu mendapat nilai ujian jelek aku udah belajar siang malam tetap aja selalu 60 an entah ya kenapa temenku yang namanya kimberly cukup belajar 2 jam pasti nilainya 100. Kebetulan setelah ini ada ulangan Mtk pokonya gue harus dapetin nilai bagus kalo bisa kimberly yang nilainya jelek. Ulangan pun tiba......... jeng jeng jeng gue mulai melihat soal-soal yang mengerikan sepertinya gue gada harapan untuk ngalahin nilainya si kimberly deh."waktu mengerjakan tinggal 15 menit!"ucap pak somat (guru mtk) sambil memperbaiki kacamatanya. Ternyata kimberly adalah murid pertama yang ngumpul ujian pertama. Gue coba menggingat-ingat lagi pelajaran mtk yang tadi gue pelajarin tapi gue sama sekali gak ingat apa-apa. Tiba-tiba pak somat keluar dari ruangan kelas dengan alasan ingin ke toilet. Tiba-tiba temen samping gue yang namanya sherly ngasih surat kecil ketika gue
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Complete (END)
  • Promise
  • LOVE STORY QIANARRA
  • Cuma Kamu...Titik!
  • I L A L A N G ✔ (Tamat)
  • Kelas A [End]
  • "True Love"
  • Satu Langkah
  • Giant Baby [COMPLETED]

"Ya, kau tidak punya mata? Lihat, buku ku jadi kotor!" Sosok yang sedang membersihkan seragamnya tersentak kaget mendengar pekikan tersebut. Matanya berkedip tidak percaya. Heol, jelas-jelas dia yang korban disini. Mengapa jadi dia yang di salahkan? Memberanikan diri, dengan perlahan dia menatap gadis bertopi di hadapannya itu. Seketika gadis berseragam sekolah itu menelan salivanya susah payah mendapati tatapan tajam di balik kacamata hitam tersebut, seakan siap menerkamnya saat ini juga. "J-jongsahamnida. Nde, aku yang salah," Yeri membungkuk dalam. Hanya cara ini yang terpikirkan olehnya. Yap. Gadis itu adalah Yeri baru saja pulang sekolah. Dia memutuskan untuk membeli minuman susu di tempat favoritnya sebelum pulang ke rumah. Tapi malah berakhir seperti ini. Joohyun menggeram kesal sambil melepas kacamatanya, mencoba menahan amarahnya yang siap meledak. "Aish, bisa-bisanya kau membuat ku kesal seperti ini," Hari pertamanya di kota kelahirannya saja sudah di sambut dengan hal seperti ini. Bagaimana kedepannya nanti?

More details
WpActionLinkContent Guidelines