3 SAHABAT

3 SAHABAT

  • WpView
    Reads 2,542
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sat, Sep 19, 2015
Siang itu sungguh sangat terik. Tak ada awan yang menaungi ketiga santri yang tengah menjalani hukuman ‘jemur’ di tengah lapangan basket. Hukuman yang mereka dapati setelah kabur pada suatu malam ke sebuah bioskop di kota dekat pesantrennya. Ya, santri juga manusia, ingin merasakan kebebasan meski hanya sebentar saja. Ingin menikmati malam nan indah di tengah hingar bingar kota. Tetapi inilah konsekuensi yang harus mereka terima. Bukan hanya mereka, tetapi siapa pun yang mencoba keluar dari pesantren tanpa sepengetahuan kakak pengurus bagian keamanan maka seperti itulah hukumannya, dijemur di tengah lapangan, rambut di gunduli, dan digantungi kata-kata yang memalukan. Dan ketiga santri itu mau tak mau harus menerima dengan ikhlas segala hukuman itu. “Man, lihat Ustad Andi bawa gunting. Pasti kita mau dibotakin!” Ujar Edy sedikit ketakutan. “Baru dibotak. Itu sudah biasa!”Timpal Juna. “Sudah kelas lima, masak masih takut dibotak, Her?!” Kata Cipto enteng saja
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MASHIRO | OPEN PO
  • THE LOVE IN RELIGION
  • Rohis vs Gus Pesantren (Proses Penerbitan)
  • Kost Delima Merah [97 Line]
  • Langit Alexandria
  • RAACA 'the power of takdir Allah '
  • Satu Nama dalam Sujud
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • Mubayyin [On Going]
  • Presma Pesantren

Demi mencari arti dari kehidupan, makna dari bertahan, dan arti dari perjuangan, ia rela bertahan. Mashiro, laki-laki dengan segala kekurangan terbiasa untuk terlihat baik-baik saja, laki-laki yang membawa segala macam beratnya hidup, pahitnya kehidupan dan pedih rasanya ditinggalkan. Mashiro, seorang penari yang juga berjuang dalam mengatasi Anxiety Disorder, sebelum akhirnya apa yang diimpikannya berhasil terwujud, yang membuktikan bahwa satu hal kecil membawa pada suatu perubahan yang baik, kehidupan yang dianggapnya jahat dan tak adil, kejam dan beringas, rupanya kesalahan yang besar. Bersama dengan seseorang yang membuatnya merasa semua akan dilewati dengan mudah, bersama seseorang yang telah lama menunggu kedatangannya. Gadis, bernama Agita, wajahnya yang kecil dengan rambut poni yang menutupi setengah kelopak matanya, gadis banyak tingkah yang mudah diakrabi tapi sulit dimiliki. Perjalanan yang lama nan jauh menusuk jiwa, lika-liku yang datang tak terkira, bagaimana selanjutnya hidup Mashiro dan Agita.

More details
WpActionLinkContent Guidelines