Prolog
London. Ya, cerita ini bukan tentang kehidupan kota London ataupun Paris. Bahkan latar tempat inipun tidak di kedua kota tersebut.
"Karena Aku yakin, Kau memang untukku." Lelaki itu terseyum padaku sebelum akhirnya kami berpeluk sejenak. Aku, menyayanginya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Aku sadar aku bukan apa apa untuk seorang laki laki sepertimu...
Sejuta kali aku berkata pada diriku
"ini hanya perasaan kagum,tak lebih"
Tapi hatiku berkata lain,,bahkan dia tak sanggup melihatmu bersama wanita lain.