Secangkir Kopi Dikala Senggang.

Secangkir Kopi Dikala Senggang.

  • WpView
    Reads 2,152
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 20, 2016
Hanya tulisan tentang wanita yang takkan pernah bisa mencintaiku meski sekuat apapun aku berusaha dan takkan pernah membalas rinduku meski sekuat apapun aku berteriak. Yang terpenting dia bahagia meski tak bersamaku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • Lembut Seperti Doa
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Diam
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • (END) HAL-HAL MANIS YANG TAK PERLU KITA ULANGI

Di antara ruang-ruang waktu yang rapuh, ada dua bayang yang saling mengenal tanpa pernah benar-benar berjanji untuk bertemu. Seperti angin yang tak bisa dijinakkan, mereka terjebak dalam pusaran perasaan yang tak terucap-seperti dua kutub yang selalu saling mendekat, namun tak pernah benar-benar menyatu. Shani dan Gracia-dua nama yang berpadu dalam riuh dan hening yang tak berujung. Sebuah kisah yang tumbuh di antara jeda-jeda keheningan dan kesalahpahaman, di mana cinta hadir bukan sebagai sesuatu yang harus dikuasai, tetapi sebagai sesuatu yang terus menguji batas. Dari pertemuan yang tak sengaja, hingga keputusan yang menggantung di antara masa lalu dan masa depan, mereka bergerak dalam ruang yang terperangkap di antara harapan dan ketakutan. Cinta yang pernah lahir di celah-celah keterasingan kini harus dipahami kembali-apakah ia benar-benar bisa menjadi rumah, atau hanya sekadar bayang yang tak bisa digenggam? Dan seperti jejak yang ditinggalkan di pasir pantai yang terus dihempas angin, mereka mencoba mengerti: apakah ini adalah akhir... atau justru awal dari perjalanan yang lebih jauh?

More details
WpActionLinkContent Guidelines