PSYCH : Pieces #1

PSYCH : Pieces #1

  • WpView
    Reads 112,960
  • WpVote
    Votes 15,170
  • WpPart
    Parts 47
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Aug 15, 2025
Penemuan mayat seorang anak yang termutilasi membuat Metropolis gempar hingga membuat Erick dan Darren yang tergabung dalam Biro Detektif Supranatural PSYCH ikut turun tangan. Berbagai kejadian aneh mulai berdatangan. Apalagi saat arwah sang bocah mulai menunjukkan kisah kelam masa lalunya. Dapatkah PSYCH menuntaskan kasus ini? - Cerita di private - Udah Tamat tapi masih butuh vote + komen!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Billionaire Prison
  • Rembung Sengkolo
  • Crazy Obsession
  • who i am?
  • 𝐂𝐀𝐍𝐃𝐘 𝘛𝘳𝘢𝘯𝘴𝘮𝘪𝘨𝘳𝘢𝘵𝘪𝘰𝘯 [𝐄𝐍𝐃]
  • SPION
  • DESTROYED IN DESIRE | 🔞 |DARKROMANCE🖤
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Transmigrasi Kakak Antagonis (Revisi)
  • Lyorend   [ ON GOING ]

[Budayakan VOTE Sebelum Membaca] The Billionaire Prison [Love is Difficult] "Apa yang kau katakan hingga ibuku berencana untuk menikahkan kita? Kau yang menghasut dia? Kau pikir kau siapa hingga bermimpi untuk menjadi pasangan ku?" Anna terdiam sejenak. Dia tidak sepenuhnya terkejut dengan reaksi Armand atas berita ini. Tapi dirinya tersinggung akibat tuduhan yang tidak mendasar dari lelaki itu, menuduhnya menghasut Diana, apa dia tidak berpikir sebelum bicara? "Rencanaku?___ asal kau tau, aku juga tidak menginginkan ini. Kau pikir aku mau untuk tinggal bersama iblis seperti mu?" Entah keberanian dari mana, tiba-tiba kata-kata itu keluar dari mulutnya. Armand yang mendengar itu langsung meraih paksa wajah Anna, mencengkram pipinya dan membuat wanita itu menatap kearahnya. "Iblis? Ya, kau benar dan kupastikan kau akan ku jerumuskan ke dalam penderitaan." ucapnya lalu membuang wajah Anna dengan kasar. Nadanya penuh dengan keseriusan membuat Anna sedikit gugup. "Ku perintahkan padamu untuk jangan bermimpi untuk menjadi istriku. Tolak semua rencana itu besok dan segera keluar dari sini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines