HEXAGON [Paused]

HEXAGON [Paused]

  • WpView
    Reads 6,674
  • WpVote
    Votes 825
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 17, 2016
Cerita diberhentikan untuk sementara waktu. Jangan remove dulu ya masih di lanjut ceritanya. See you soon! ** Kehidupannya bisa di bilang sempurna, tetapi ia juga memiliki sisi gelapnya. Ibaratnya, sama seperti pagi dan malam, pagi cerah dan malam gelap. Siapa yang tahu, kalau cinta akan sebegitu menyenangkannya dan menyakitkannya di saat yang bersamaan? Tetapi, siapa yang bisa menghentikan perasaannya itu? Tidak seorangpun. Siapa yang tahu kalau dia tersakiti? Dan, apakah obat yang akan ia dapatkan? Di balik perpisahan, pasti akan ada pertemuan. Apakah itu pertemuan yang baik, atau tidak, kita tidak akan pernah tahu. Kita akan membuktikannya dengan cara masing-masing, dengan jalan masing-masing, entah saling berpegangan atau melepaskan. © dyahdeanr, 2016.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FATE'S CRUEL KINSHIP (SELESAI)✅
  • Simbiosis Mutualisme
  • Incompatible With Love : Minor Hearts
  • See You Goodbye
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Komandan Tampanku
  • You're Here, But Not For Me
  • Still Ours [Hiatus]

"Cinta ini salah," suaranya bergetar, hampir tenggelam dalam gemuruh ombak kecil. Namun, cinta di matanya tak bisa dipadamkan. "Tapi aku tak bisa berhenti mencintaimu," jawab yang lain, dengan desahan putus asa, seperti seseorang yang sudah lama terjebak dalam dilema yang tak berujung. Mereka saling menatap, kedua hati yang dulu begitu yakin kini dipenuhi ketidakpastian. Rahasia yang mereka temukan terlalu berat untuk diterima. Setiap kenangan yang mereka ciptakan bersama kini terasa terkotori oleh satu kebenaran yang tak terhindarkan, mereka terhubung bukan hanya oleh cinta, tetapi juga oleh darah yang sama. Ibu yang selama ini mereka kira jauh dari kehidupan masing-masing, ternyata adalah satu orang yang sama. "Apa yang harus kita lakukan sekarang?" bisik salah satu dari mereka, suaranya pecah, penuh dengan ketakutan yang tak bisa disembunyikan. Yang lain terdiam, menunduk, terlalu sakit untuk menjawab. Semua rencana, semua harapan, kini terasa sia-sia. Tak ada jalan keluar dari kenyataan ini. Cinta mereka, yang dulunya penuh harapan, kini berubah menjadi beban yang tak terelakkan. Namun, meski kenyataan itu begitu pahit, perasaan di antara mereka tetap ada, mendesak untuk diakui. Bagaimana mereka bisa terus mencintai ketika darah yang sama mengalir di nadi mereka? Malam itu adalah awal dari perpisahan yang tak terelakkan. Takdir telah memisahkan mereka sebelum mereka sempat benar-benar bersama. Dalam keheningan malam, cinta mereka terbungkus oleh bayangan kelam, menyisakan hanya jejak air mata dan hati yang hancur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines