Number One (completed)

Number One (completed)

  • WpView
    LECTURAS 290,188
  • WpVote
    Votos 16,995
  • WpPart
    Partes 50
WpMetadataReadConcluida lun, ago 17, 2020
Apa pernah kalian menjadi nomor dua? No, kita tidak membicarakan nomor dua pada lomba lari atau peringkat di kelas. Tetapi nomor dua di hati seseorang. Nomor dua di kehidupan seseorang yang selalu menjadi nomor 1 di hatimu. Pernahkah? Aku pernah. Dan aku tau yang kujalani ini salah. Maka aku mengakhirinya. Namun bagaimana bila ketika semua memori tentang orang itu perlahan mulai menghilang, satu hal yang disebut 'takdir' membawa semuanya kembali? Membawa semua memori itu kembali, all at once, seperti sebuah kereta baru saja menghantam tubuhmu. Takdir itu kejam. Takdir itu dapat mempermainkan perasaanmu seenaknya. Satu pertemuan yang membuka luka lama, satu pertemuan yang mengembalikan semua yang hilang. Karena kalian tahu? Dunia itu sempit, dan terkadang -ya, terkadang. Terkadang, takdir itu lucu.
Todos los derechos reservados
#661
reallife
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Breathe
  • Cerita Tentang Zeeya
  • HSM 1: OLYMPIADS [END]
  • [END] Blind Rainbow
  • The Rainy Nights (END)
  • ALEAGRA [END]
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • Rewrite My Heart 2 [TERSEDIA DI GRAMEDIA]

[FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido