Sepi, sendiri.

Sepi, sendiri.

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 25, 2015
Bagian paling sakit dari sendirian adalah kesepian. Mungkin memang terasa bebas dan lepas ketika sendirian, tapi kamu pasti kesepian. Mungkin kamu bisa bilang bahwa kamu bahagia karena punya banyak teman, tapi ketika pulang dan kembali kerumah, seramai apapun keadaan sekelilingmu, kamu tetap sendirian. Gelap, sepi dan sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Paradise
  • My Heartbeat
  • ON REMEMBERING
  • ALONE [END]
  • The Best Friends! Annoying
  • Breathe
  • RUANG HAMPA (terbit)
  • Konflik Batin
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines