Cinderella Contract

Cinderella Contract

  • WpView
    Reads 23,159
  • WpVote
    Votes 450
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 7, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Keputusan Eliana mendatangi Alexander semata untuk membantu perusahaan keluarganya dari kehancuran. Berharap jika pria itu mau membantunya dengan sukarela. Namun, dugaannya salah. Pria itu tidak mau membantunya. Walaupun hanya sekedar untuk meminjamkan dana. Akan tetapi, tiba-tiba saja Alexander mengajukan penawaran, yaitu sebuah pernikahan. Alexander mau membantu Eliana asal wanita itu mau menikah dengannya. Dengan berat hati Eliana menerima penawaran tersebut. Karena ia sendiri memang tidak punya pilihan lain. Hanya Alexander yang bisa membantunya, meskipun dengan mengorbankan masa depannya dan ia menggantungkan seluruh hidupnya pada pria itu. Pada pria yang akan menjadi suaminya.
All Rights Reserved
#675
chicklit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status [END]
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines