Klandestin

Klandestin

  • WpView
    Leituras 1,289
  • WpVote
    Votos 30
  • WpPart
    Capítulos 12
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, mar 27, 2018
'Hmm... Jadi, itu semua hanya sebuah mimpi, bukan?' 'Ah, sepertinya tidak.' Semua bertambah rumit ketika Ellie mulai mendengar suara orang - orang yang ada dalam mimpi buruknya di kehidupan nyata hingga akhirnya dia mempertanyakan kewarasannya. Dengan suara tersebut, dia bertemu dengan seorang laki - laki yang mirip dengan anak kecil yang selalu menemaninya bermain di dalam mimpi. Lalu, karena pertemuannya dengan laki - laki itu, kini dia terombang - ambing di antara ilusi dan kenyataan. Akhirnya, kisah ini menjadi terlalu gelap bagi sebuah ilusi, namun terlalu mengerikan bagi sebuah kenyataan. ***** PS: alur awalnya emang agak lambat demi membangun cerita, tapi setelah Chapter 5 ke sana, udah mulai tense kok hehehe selamat membaca :) Cover diambil dari joeljansevanvuuren.com dan canva.com
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • My Little Monster - Completed
  • Gerbong Mimpi
  • SHADOW HUNTER
  • The Sky Before Secrets
  • DARK MAN
  • Against The Flow
  • Mysterious Boyfriend
  • Lentera Lily

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo