Secret Admirer

Secret Admirer

  • WpView
    Membaca 50
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Sep 27, 2015
pernahkah kamu merasa bahagia hanya dengan melihat kehadirannya? bahkan walaupun dia hadir tanpa senyuman engkau tetap bahagia. Mengaguminya ? hanya itu yang bisa engkau lakukan. Apakah kamu pikir itu cukup untuk mendapatkan hatinya ? ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ dia.. selalu membuatku tersenyum tanpa alasan yang berarti. dalam diam aku selalu memperhatikan dirinya,Bagi ku itu cukup membuatku bahagia. Terkadang dia hadir dalam mimpi indahku. Hanya dalam mimpi kita dapat begitu dekat. Akankah hal itu berubah menjadi kenyataan ?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Memories in Moon
  • Breathe
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • unrequited love (Completed)✔
  • Rasa Tanpa Kata
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Secret Admirer
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Shivviness[END]

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan