Morazoe

Morazoe

  • WpView
    Reads 2,786
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 12, 2017
"sudah ku bilang jangan berhubungan dengan pria gila sex seperti dia!" Tamara menjerit-jerit penuh emosi ketika Mora datang padanya dalam kedaan menangis. "sekarang kau tau resikonya kan, mencintai pria pecinta wanita seperti dia!" lagi-lagi wanita itu memiliki penilaian sendiri. Sembari sesungukan Mora berusaha menyela presepsi Tamara yang salah. "tidak sep-" "lalu apa?" dada besarnya naik turun karna emosi, "kau datang, menangis seperti ini, apa lagi kalau bukan dia meninggalkanmu karna wanita lain" Mora tak mampu lagi menjelaskan sesuatu, ia hanya merunduk sembari sesungukan. Ia tak memiliki tenaga untuk menjelaskan semua, menjelaskan perasaannya yang tak karu-karuan, perasaan yang mudah sekali dijelaskan namun sulit untuk diungkapkan. Tamara menghela nafas ketika melihat sahabat terbaiknya itu hanya mampu menangis sebagai pelampasan perasaannya, ia berpindah duduk disamping Mora, sesekali mengusap punggungnya lembut, hingga ia tak tahan lagi melihat sahabatnya menangis seperti itu. Ia menarik tubuh Mora yang bergetar kedalam pelukannya. Wanita itu mengelus lembut rambut Mora yang terurai, "katakan padaku Mora, apa yang terjadi?" "katakana padaku, pria hypersex itu tidak menyakitimu" lanjutnya lagi penuh penekanan dikalimat pria hypersex, pria pertama untuk Mora. Dalam pelukannya Mora menggeleng, ia mulai bisa mulai mengkontrol perasaannya sendiri. Ketika gadis itu sudah merasa tenang, gadis itu merenggangkan pelukannya, ia mengusap sisa air matanya sendiri, ia menatap Tamara lekat-lekat, "aku-a-ku- merindukannya" hampir saja bola mata Tamara lepas hanya karna mendengarkan alas an Mora menangis. "hanya itu?" ia menatap Mora tak percaya, "kau ini berlebihan sekali, hanya karna merindukannya kau datang kerumahku dalam keadaan menangis seperti ini?" ia menggeleng-geleng tak percaya. "tapi bukan itu masalahnya- aku tak akan bisa menemuinya" "kenapa?" "Ada seseorang yang.."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Drowning
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)
  • STUCK
  • SHE IS STARLA (END)
  • CALVANDER [SUDAH TERBIT]✅
  • Step Backward
  • DIA PERGI?!
  • DAKSA [END]
  • Bad Girl VS Bad Boy *Sudah Terbit
  • Z A L E R A
Drowning

[M] Pada suatu pagi, Kaivan menemukan dirinya terkapar di tepi hutan belantara tanpa pakaian. Dia linglung, beberapa penduduk yang menemukan dirinya berusaha menolong, tetapi dia malah berteriak ketakutan. Kedua matanya menatap nyalang, sedangkan tubuhnya yang telanjang coba dia bersihkan dengan rumput-rumput yang tumbuh selutut orang dewasa itu. Di usia dua puluh satu tahunnya, Kaivan mendapati dirinya mengalami pelecehan seksual oleh lima orang seniornya di kampus. Namun sebagai lelaki, dia tidak mungkin menceritakan itu pada orang-orang. Masyarakat akan menertawakan dirinya. Tubuh tinggi dan tegap itu diperkosa oleh orang-orang bertubuh jauh lebih mungil darinya adalah sebuah lelucon yang tak akan pernah berhenti di bahas oleh orang-orang. Maka Kaivan memilih untuk memendam semuanya sendirian, hingga akhirnya dia ditemukan oleh sahabatnya dengan kondisi nyaris mengakhiri hidupnya. Lantas di sana kisah Kaivan dimulai, di sebuah dinding putih rumah sakit dengan bau obat yang kelewat menyengat penciuman. Tubuhnya yang teramat dia sayangi tak lagi terurus, Kaivan yang terkenal tampan perlahan menghilang tergantikan oleh depresi yang membuatnya tak mau bertemu orang termasuk sahabatnya. Pada akhirnya Kaivan mengalami PTSD, sehingga dirujuk ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan penanganan profesional. Lantas di sana dia bertemu dengan seorang psikolog, yang entah kenapa malah berhasil membuatnya jatuh cinta. Namun kode etik yang dimiliki memaksa perempuan itu untuk menjauh dan membuat Kaivan kelimpungan. Bagaimana kisah Kaivan selanjutnya? Akankah dia berhasil mengatasi dirinya dan sang pujaan hati?

More details
WpActionLinkContent Guidelines