Morazoe

Morazoe

  • WpView
    Reads 2,768
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 12, 2017
"sudah ku bilang jangan berhubungan dengan pria gila sex seperti dia!" Tamara menjerit-jerit penuh emosi ketika Mora datang padanya dalam kedaan menangis. "sekarang kau tau resikonya kan, mencintai pria pecinta wanita seperti dia!" lagi-lagi wanita itu memiliki penilaian sendiri. Sembari sesungukan Mora berusaha menyela presepsi Tamara yang salah. "tidak sep-" "lalu apa?" dada besarnya naik turun karna emosi, "kau datang, menangis seperti ini, apa lagi kalau bukan dia meninggalkanmu karna wanita lain" Mora tak mampu lagi menjelaskan sesuatu, ia hanya merunduk sembari sesungukan. Ia tak memiliki tenaga untuk menjelaskan semua, menjelaskan perasaannya yang tak karu-karuan, perasaan yang mudah sekali dijelaskan namun sulit untuk diungkapkan. Tamara menghela nafas ketika melihat sahabat terbaiknya itu hanya mampu menangis sebagai pelampasan perasaannya, ia berpindah duduk disamping Mora, sesekali mengusap punggungnya lembut, hingga ia tak tahan lagi melihat sahabatnya menangis seperti itu. Ia menarik tubuh Mora yang bergetar kedalam pelukannya. Wanita itu mengelus lembut rambut Mora yang terurai, "katakan padaku Mora, apa yang terjadi?" "katakana padaku, pria hypersex itu tidak menyakitimu" lanjutnya lagi penuh penekanan dikalimat pria hypersex, pria pertama untuk Mora. Dalam pelukannya Mora menggeleng, ia mulai bisa mulai mengkontrol perasaannya sendiri. Ketika gadis itu sudah merasa tenang, gadis itu merenggangkan pelukannya, ia mengusap sisa air matanya sendiri, ia menatap Tamara lekat-lekat, "aku-a-ku- merindukannya" hampir saja bola mata Tamara lepas hanya karna mendengarkan alas an Mora menangis. "hanya itu?" ia menatap Mora tak percaya, "kau ini berlebihan sekali, hanya karna merindukannya kau datang kerumahku dalam keadaan menangis seperti ini?" ia menggeleng-geleng tak percaya. "tapi bukan itu masalahnya- aku tak akan bisa menemuinya" "kenapa?" "Ada seseorang yang.."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diantara mereka
  • Vira Ayunda[On Going]Revisi✓
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)
  • Step Backward
  • ALGRAVANO
  • My Little Monster - Completed
  • CALVANDER [SUDAH TERBIT]✅
  • Eight Prince GoodLooking (End)
  • DAKSA [END]
  • Maina & Maxim
  • DIA PERGI?!
  • Bad Girl VS Bad Boy *Sudah Terbit
  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • STUCK
  • Z A L E R A
  • syanin
  • GALAKSA
  • SHE IS STARLA (END)
  • Drowning
  • CINTA ITU INDAH YA?

Andin tak langsung pulang ke rumah nya. Ia terlebih dahulu ke geleri seni untuk sekedar mengobrol dengan Mami Liza. "Cape ndin?" Ucap Mami dengan memberi minuman botol "iya mam, lumayan laaahh.." ucap Andin menerima minuman itu suasana hening sejenak menyelimuti keduanya yang menegak menuman. "ahhhh... jadi, kamu mau langsung pulang?" tanya Mami liza yang mbuat Andin agak risih "hmm.. iya deh mam, aku kangen suami aku soalnya.." "ngapain kamu ngangenin suami kamu itu sih ndin..." ucap Mami liza sambil berdiri "loh? emang nya kenapa?" "Dia itu sudah main sama beberapa wanita Andin.. Mending kamu sama mami ajaaa.." Ucapnya sambil mendongakan dagu Andin "sama mami? hah? gila ya?" Ucap andin menepis tangan Mami Liza "loh.. kan kamu memang gila Andin.." Ucap nya mendekat dan memeluk pinggang Andin dan memepetkan nya ke dinding. "Apa yang mami mau???" "Mami mau kamu sayang..." "AGRAHHHH" "Dubrakkkk" Andin mendorong Mami Liza dengan kencang hingga membuat orang orang berdatangang. apa yang terjadi dengan kehidupan Andin?.. BACA SELENGKAPNYA DISINI YUKKK!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines