The City That Made Us Real
3 parts Ongoing Tia bukan content creator besar.
Ia tidak hidup dari sorotan, tidak terbiasa dengan angka jutaan views, dan tidak pernah membayangkan namanya berdampingan dengan seseorang yang hidup di bawah lampu kamera.
Sampai sebuah brand memilihnya.
Bukan sendiri melainkan dipasangkan dengan Teerapat, pria yang sudah lama dikenal publik, terbiasa memainkan peran, dan menyembunyikan perasaan di balik profesionalisme.
Mereka dikontrak sebagai brand couple.
Semua diatur: gestur, senyum, jarak, bahkan waktu kebersamaan.
Apa yang terlihat di kamera hanyalah konten tidak lebih.
Proyek itu membawa mereka ke Bangkok, kota yang tidak tercantum dalam kontrak sebagai tempat jatuh cinta.
Di sana, Tia menemukan dirinya menjadi lebih berani, lebih jujur pada rasa yang selama ini ia tekan.
Sementara Teerapat, untuk pertama kalinya, merasa dilihat bukan sebagai figur publik, melainkan sebagai manusia biasa.
Di antara jadwal syuting, tawa yang terlalu tulus, dan keheningan malam kota asing, batas antara pekerjaan dan perasaan mulai runtuh.
Namun kontrak tetaplah kontrak.
Dan dunia nyata tidak selalu memberi ruang bagi cinta yang lahir dari kebohongan yang disepakati bersama.
The City That Made Us Real adalah kisah tentang dua orang yang berpura-pura mencintai,
lalu tersadar...
bahwa apa yang mereka rasakan tidak pernah menjadi bagian dari kesepakatan.