Rune of Phantom [Done]

Rune of Phantom [Done]

  • WpView
    Reads 3,604
  • WpVote
    Votes 189
  • WpPart
    Parts 50
WpMetadataReadComplete Tue, Oct 29, 2019
Aku melihat temanku dengan percaya diri. Ia tahu kalau kita memiliki misi, tapi misi yang berbahaya dan mematikan. 'Ah, biarkan saja', kataku dalam hati, 'ia juga begitu'. Hari itu hari Senin. Semua orang membencinya, termasuk kami. Kenapa? Kami memiliki misi baru, tempat kerja baru, dan semuanya baru. Aku capek beradaptasi, karena malas sekaligus karena tidak tahan dengan ocehan senjataku. Tapi misi tetaplah misi dan aku tidak ingin mengecewakan Hauri...
All Rights Reserved
#9
swords
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lihat Aja Langit (Batch 1)
  • THE ROGUE : Come Up To The Surface (END)
  • Dragon
  • My Dearest Enemy
  • satan village
  • Pesan Terakhir
  • BLOOD GUN | NCT DREAM ✓
  • Destiny Hana [✔]
  • ROSEYANA [✓]

Kekuatan petir fase ke-6 malam itu membuat dirinya kehilangan kekuatan lagi untuk menahan sakitnya dan membuat fase yang sebelumnya lenyap ditambah dirinya mulai terpental karena koordinasi tubuh yang berantakan dan semprotan darah dari perut yang terus menyembur selama dia di udara. Sial, apakah aku harus mati sekarang? Tapi, Rembulan malam ini indah juga ya, suasana dingin ini saja aku masih lupa, sejak tanding tadi...Pikir Reho yang sudah mengigau dan kesadaran yang mulai menurun. "Kak, Reho, jangan menyerah ya," sebuah suara dari gadis kecil berhasil membuat dirinya yang nyaris tak sadarkan diri itu melihat adiknya yang tersenyum manis padanya ditengah ladang. Tidak, mungkin aku dalam kondisi berat, tapi semangat tak boleh ikut berat, Hiya! Walaupun tak bisa berdiri atau merangkak, aku akan mengesot, walau aku tak bisa berteriak, aku akan berusaha, aku tak ingin susan mati sia-sia, aku masih harus membalas kematiannya, harus, harus, harus.... Teriak Reho dalam hatinya sambil terus menggerakkan tangannya walau anggota geraknya mati rasa, hingga saat tangan meloncatkan dirinya ketengah jalan itu. "Semangat Kak, ayo lebih tinggi lompatnya, ayo kak, sekarang harus 20 kali lompat ya kak," semangat susan yang melihat Reho yang memainkan lompat tali hingga 20 kali. "Yeay, akhirnya kakak bisa, jangan lupa latihan ya kak," senyum manis Susan yang dibalas senyuman manis Reho kecil, namun sebuah kata ditengah ladang itu, "Oke kak aku pergi dulu ya kak, aku tunggu kakak nanti ya disana," tunjuk susan ke langit diatas mereka dan tersenyum manis sambil terangkat dirinya, "Aku sayang kakak, Hati-hati ya kak, tetaplah hidup, nanti kita ketemu lagi kak, dadah kak," ucap Susan yang naik terus dari di tengah-tengah ladang itu. "Susan." #32 kepenulisan (26.03.21)

More details
WpActionLinkContent Guidelines