Ada begitu banyak orang, yang kita temui dalam hidup. Bermacam-macam; yang datang, yang pergi, yang sekadar singgah, yang masih menetap, yang dijatuhi cinta, yang menjatuhi cinta, yang datang lalu pergi lagi, yang pergi lalu ingin kembali lagi, yang membiarkanmu pergi dengan air mata, yang kau lewatkan, dan yang melewatkanmu. Semua fase itu pernah dilaluinya, hingga ia memilih untuk mengasingkan diri; membenahi lubang dihatinya yang menganga karena masa lalu.
Dia menjadi kesepian. Dan entah anugerah atau sebaliknya, ada orang asing yang menawarkan hubungan sederhana padanya, untuk mengusir rasa sepi itu bersama-sama, menghilangkan sepinya. Mereka memang dua orang asing yang bertemu, yang tanpa sadar ingin menguapkan kata asing diantara mereka.
Dan untuk orang asing yang bersedia bersamanya ini, akan berakhir seperti apa nantinya? Apa ia akan termasuk dalam salah satu fase di atas? Atau tidak?
Untuk yang satu itu, Rethan memilih untuk tidak memikirkannya saat ini. Ia hanya ingin menikmatinya.
.
.
Tanpa tahu di depan sana ada sesuatu yang menunggu mereka.
-
Cover by itsfaaw
Aditya Baskara benci ketika mengingat acara bunuh dirinya yang tak jadi karena dipergoki oleh seorang gadis cacat kaki bernama Arunika Ahana. Terlebih lagi dengan ucapan sarkas gadis lemah itu.
Setelah kejadian itu, Arunika masuk ke dalam daftar jajaran orang yang harus Baskara jauhi. Tapi di kemudian hari, Baskara dengan tak ada harga dirinya malah memohon Arunika untuk memeluknya ketika astraphobia-nya kambuh.
Baskara agaknya sudah semakin gila ketika tanpa sadar tiap malam ia selalu rindu akan pelukan Arunika. Sehaus kasih sayang itu kah dirinya?
"Itu air buat gue, 'kan?"
"Bukan. Ini buat Arvi."
"Arvi?" Baskara tersenyum kesal, menatap tajam Arunika. Dia menunduk mensejajarkan kepalanya dengan Arunika dan membawa tangan gadis itu menyentuh rahangnya. "Yang butuh perhatian itu gue, bukan Si Ingusan itu."
"Kamu--!"
"Gue haus, Aru--haus kasih sayang lo."
23. 08. 2024
[ Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang ]