Ada begitu banyak orang, yang kita temui dalam hidup. Bermacam-macam; yang datang, yang pergi, yang sekadar singgah, yang masih menetap, yang dijatuhi cinta, yang menjatuhi cinta, yang datang lalu pergi lagi, yang pergi lalu ingin kembali lagi, yang membiarkanmu pergi dengan air mata, yang kau lewatkan, dan yang melewatkanmu. Semua fase itu pernah dilaluinya, hingga ia memilih untuk mengasingkan diri; membenahi lubang dihatinya yang menganga karena masa lalu.
Dia menjadi kesepian. Dan entah anugerah atau sebaliknya, ada orang asing yang menawarkan hubungan sederhana padanya, untuk mengusir rasa sepi itu bersama-sama, menghilangkan sepinya. Mereka memang dua orang asing yang bertemu, yang tanpa sadar ingin menguapkan kata asing diantara mereka.
Dan untuk orang asing yang bersedia bersamanya ini, akan berakhir seperti apa nantinya? Apa ia akan termasuk dalam salah satu fase di atas? Atau tidak?
Untuk yang satu itu, Rethan memilih untuk tidak memikirkannya saat ini. Ia hanya ingin menikmatinya.
.
.
Tanpa tahu di depan sana ada sesuatu yang menunggu mereka.
-
Cover by itsfaaw
[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA]
"Woi! Anak pungut!"
"Dari mana aja? Jam segini baru pulang?!"
Gadis yang merasa dirinya dipanggil itu menghentikan langkahnya, menunduk, menyeka darah yang sedikit mengalir dari sela bibirnya. Dia menoleh, menatap Bramasta tajam. "Peduli apa papa sama Rhea?"
Rheana Adhisty gadis yang punya seribu cara percobaan bunuh diri. Tetapi entah apa yang salah, semua cara yang ia lakukan selalu gagal. Hingga suatu hari, Alaska datang sosok yang semakin mengacaukan usahanya untuk mati.
"Ngapain naik ke sana?"
"Cari mati, Lo?"
Rhea enggan mendengarkan suara berat itu, ia masih menatap nanar trotoar yang dipenuhi kerumunan orang untuk menyaksikannya dirinya jatuh dari rooftop yang berada dilantai tujuh. "Buat apa gue hidup? Enggak guna juga."
"Sampai jumpa di alam baka, Alaska."