Ada begitu banyak orang, yang kita temui dalam hidup. Bermacam-macam; yang datang, yang pergi, yang sekadar singgah, yang masih menetap, yang dijatuhi cinta, yang menjatuhi cinta, yang datang lalu pergi lagi, yang pergi lalu ingin kembali lagi, yang membiarkanmu pergi dengan air mata, yang kau lewatkan, dan yang melewatkanmu. Semua fase itu pernah dilaluinya, hingga ia memilih untuk mengasingkan diri; membenahi lubang dihatinya yang menganga karena masa lalu.
Dia menjadi kesepian. Dan entah anugerah atau sebaliknya, ada orang asing yang menawarkan hubungan sederhana padanya, untuk mengusir rasa sepi itu bersama-sama, menghilangkan sepinya. Mereka memang dua orang asing yang bertemu, yang tanpa sadar ingin menguapkan kata asing diantara mereka.
Dan untuk orang asing yang bersedia bersamanya ini, akan berakhir seperti apa nantinya? Apa ia akan termasuk dalam salah satu fase di atas? Atau tidak?
Untuk yang satu itu, Rethan memilih untuk tidak memikirkannya saat ini. Ia hanya ingin menikmatinya.
.
.
Tanpa tahu di depan sana ada sesuatu yang menunggu mereka.
-
Cover by itsfaaw
Mungkin, kelak di waktu yang tak kita duga, di tempat yang tak pernah kita rancang, semesta diam-diam mengatur pertemuan kita sekali lagi. Bukan sebagai dua yang pernah saling memiliki, tapi sebagai dua hati yang pernah saling mencari-dan kini hanya mampu saling pandang dari kejauhan.
Tak ada kepastian apakah kita akan menyapa, berbasa-basi, atau memilih diam sembari menelan tanya, bagaimana bisa jarak tumbuh begitu luas di antara dua yang pernah sedekat itu.
Jika itu terjadi, kau akan menyebutnya apa?
Kebahagiaan?
Atau ironi?