FOREVER A

FOREVER A

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 30, 2015
Gw suka dia. Sahabat gw lebih dulu suka dia dan lebih lama, lebih tau segalanya tentang dia. Gue? hanya tau namanya, yang pasti dia cowo, senyumnya manis, mata nya setajam elang, alis nya tebal, pokoknya dia low profile dan berkharisma dimata gw (ohh no no, dimata semua cewek!). Ada desiran aneh dalam hati gue saat tau gue dan sahabat gue menyukai orang yang sama. kenapa harus dia yang cuma bisa bikin gue deg deg an kayakgini. terus gue harus apa? bersaing dengan sahabat gue sendiri ? No. Gue gak bisa. Bayangkan lo ada di posisi gue saat ini. Posisi paling membingungkan seumur hidup gw. Demi temen gue yang gak tinggi tinggi dan segitu gitu aja tingginya, gue udah bersumpah buat mundur. I'm oke and allright. Fine.
All Rights Reserved
#2
dinni83
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AdeRa [End]
  • my story
  • LAVANYA QANETA
  • CRUSH | SO JUNGHWAN ✅
  • JAM 3 SORE
  • ASSYA (TERBIT)
  •  CLARLEX
  • Three Idiot Girls  ✔
  • Nothing Special
  • Aa Iqbaal

"Siapa cewek yang paling lo sayangi? awas aja kalo lo jawab 'bunda' lagi," "Rexa," Sial. Gara-gara keinget perkataan Altaf kok aku jadi aneh gini? Sebenernya wajar sih aku kan sahabatnya dari kecil sering kemana-mana bareng jadi ya normal-normal aja kalo dia sayang aku. Kenapa juga perasaanku ikutan berubah? Kenapa aku jadi berharap yang enggak-enggak. Aku jadi sering kepikiran, apa aku pantes buat dia maksudku lebih dari sekedar sahabat. Apa dia cocok buat aku? Apa aku..? Argh.. bisa gila aku lama-lama. Dan sialnya lagi jantung aku kaya ikutan marathon kalo lagi di deket dia. Perasaan dulu gak pernah deh, ni jantung kalem-kalem aja. Apa aku lagi sakit ya makanya gini? Yang gue takutin itu kalo aku suka sama Al. Bukan rasa suka sebagai sahabat yang semestinya atau sekedar perasaan sayang antara temen sama temen. Aih, takutnya dia ketawa kalo aku cerita soal ini. Dulu aku bisa membantah jika aku gak bakal suka dia dengan gampang. Sekarang, alih-alih membantah mengubur rasa itu pun aku tak bisa. No, pokoknya aku gak mau mengakui perasaanku. Oke. Kalo gini aku harus antisipasi, mundur dikit lah. Minimal membatasi diri takutnya kelewatan. Pura-pura gak liat. Pura-pura gak peduli. Gak mungkin kan aku suka sahabat sendiri? Ya, pastinya. Apalagi sekarang Al udah punya Ara. [Cerita ini diikutsertakan dalam WWC2020] Sumber Cover : Pinterest (Adrianne)

More details
WpActionLinkContent Guidelines