Aftertaste

Aftertaste

  • WpView
    Reads 292
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 25, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Hujan masih terus bergelayut manja di langit jakarta. petrichor alami sangat mendamaikan siapapun orang yang menghirupnya. Dan aku salah satu penikmat hujan. Hujan terlalu banyak meninggalkan jejak di ingatan ku. Hujan membawanya datang, namun hujan juga lah yang membawanya pergi dan tak akan kembali ke sisi ku lagi Dia datang tanpa rasa bersalah. Dia dengan senyumnya menyapaku. Dialah pembunuh orang yang seharusnya mendampingi hidupku sekarang
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lovakarta
  • Sunrise After Nightmare "DafaRans"
  • Rain
  • Cintaku Serumit Itu
  • DIBALIK HIJAB MASJID (TAMAT)
  • Yasmin [SELESAI]
  • Jadi, Kita Ini Apa?
  • After The Rain
Lovakarta

[COMPLETED] Lovakarta #1 Julukannya Hujan istimewa. Soalnya, Hujan yang satu ini selalu di damba-damba. 999 dari 1000 hati menyatakan ketertarikan padanya. Seharusnya, cerita ini mudah. Hujan tinggal pilih saja salah satu dari 999 hati yang ada. Tetapi, Hujan justru mengambil alur susah. Ia malah jatuh cinta pada 1 hati yang menyatakan penolakan mentah-mentah. Rintik yang menggelitik. Gerimis yang manis. Sampai Hujan deras yang melenyapkan panas. Hujan mencoba semua intensitas berusaha membasahi sang hati dengan kesejukannya. Hanya saja, tingkah sang hati yang selalu menghindar dari Hujan membuat jalan cerita jadi rumit pangkat tiga! Menariknya, beribu luka yang diterima Hujan istimewa sama sekali tidak dianggapnya sebagai alasan untuk menyerah... **** [COMPLETED] Lovakarta #2 Kata orang, cinta tak ubahnya sebuah impian. Butuh pengorbanan. Menuntut diperjuangkan. Tapi, pernahkah kau sampai menjadi Hujan sepertiku? Yang terus merintik, hanya untuk membuat dia tertarik. Selalu bersikap semanis gerimis, bahkan setelah berkali-kali ditepis. Juga tidak pernah lelah menderas, meski sama sekali tak dapat balas. Sungguh. Cinta ini bukan hanya menjadi ketidakadilan untukku. Lebih dari itu, aku tersakiti begitu jauh. Sampai tidak bisa membedakan apakah yang sedang kujalani adalah serangkai cerita, atau sekedar sebuah pengalaman terluka? Tapi, walau menjadi Hujan adalah patah hati terbesarku. Semua itu tidak akan membawa pengaruh. Tidak pula merubah sesuatu. Sebab, ujung-ujungnya, aku tetaplah aku. Si Hujan yang cuma tahu satu. Jatuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines