Story cover for Imagination by anselmaika_26
Imagination
  • WpView
    GELESEN 65
  • WpVote
    Stimmen 2
  • WpPart
    Teile 1
  • WpView
    GELESEN 65
  • WpVote
    Stimmen 2
  • WpPart
    Teile 1
Abgeschlossene Geschichte, Zuerst veröffentlicht Okt. 01, 2015
Pernahkah terbayang di benakmu, bahwa ada sebuah pintu dimana pintu itu akan membawaku me Dunia Khayalan?

Well, aku pernah.

Dan anehnya, khayalanku yang satu itu terwujud.

Aku mengalami perjalanan aneh di Dunia Khayalan, dunia dimana semua yang aku khayalkan ada disana. Aku sangat bahagia bisa berkunjung ke sana. Banyak sekali khayalan dalam benakku yang menjadi kenyataan. Ingin rasanya aku tinggal di dunia itu selamanya.

Namun karena satu peringatan, aku terpaksa keluar dari dunia itu dan tidak dapat kembali ke dunia itu lagi, untuk selamanya..
Alle Rechte vorbehalten

1 Kapitel

Melden Sie sich an und fügen Sie Imagination zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
#34ajaib
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 8
[END] Hush, Fairy Verdandi! cover
Magia Academy [END] cover
Dunia Yang Nyata cover
RE : BUILD cover
Princess of Sira : Zalikha Stone cover
DEVIL ON MY WINDOW  cover
TUBUH GADIS NERD [END] cover
MAHESWARI  (selesai) cover

[END] Hush, Fairy Verdandi!

60 Kapitel Abgeschlossene Geschichte

[Fantasy & (minor) Romance] Bukan salahku menjadi seorang gadis ceriwis yang suka banyak tanya. Lagi pula, bertanya adalah kebiasaanku sejak kecil. Seperti kata orang: tidak mudah menghentikan kebiasaan. Bahkan sudah ganti status jadi seorang peri, tabiatku untuk bertanya ini-itu tetap tidak berubah membuat banyak peri gemas padaku. Ah! Kalian tidak salah baca kok. Aku benar-benar menyebut "peri". Sosok manusia kecil bersayap di dongeng. Begini, ceritanya dimulai dari aku memasuki portal aneh di hutan belakang sekolah. Aku terlalu sombong mengira portal itu hologram atau tipuan cahaya, tahu lah teknologi. Sesampainya di tujuan portal, aku harus mengucapkan selamat tinggal pada statusku sebagai manusia normal.