Miss Pesimis

Miss Pesimis

  • WpView
    Reads 1,308
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 2, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
AKU berlari secepat mungkin mengejar pintu lift yang terbuka. Aku sadar sepatuku yang berhak lima sentimeter itu menghalangiku berlari. Tanpa pikir panjang, kulepaskan sepatu itu dan berlari di atas lantai marmer hitam tanpa alas kaki sambil berusaha menjaga keseimbangan agar tidak terpeleset. Huuup! Aku menarik napas panjang ketika pintu lift tertutup denganku di dalamnya. Aku akan menekan tombol lantai 12, tapi ternyata tombol itu sudah menyala, menandakan bahwa satu- satunya orang yang berada di dalam lift bersamaku juga menuju lantai yang sama. Dengan terburu-buru aku membersihkan kedua telapak kakiku yang tertutup stoking berwarna kulit dengan telapak tangan. Setelah yakin tidak ada pasir yang menempel, kukenakan sepatuku kembali. Tanpa menghiraukan teman seliftku, aku menghadap salah satu cermin yang mengelilingi tiga sisi lift tersebut dan menyapukan lipgloss pink di bibirku. Kupastikan warna bibirku sudah rata sebelum mengalihkan perhatian pada rambutku y
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "KILLED" Season 1
  • Tuyul Jatuh Cinta
  • Last New Year
  • cinta di Tolak Dukun Ber Tindak
  • SHAKARA (END)
  • Naruto : God Of Shinobi (OC)
  • "True Love"
  • last hold S2 ✓

,'Ne arasso. Besok aku akan menjemput oppa di incheon sebelum aku pergi kerja..have a safe flight oppa..' Status Message: Read Tidak ada senyum di wajahnya ketika sang pria membaca isi pesan yang ia terima. Dengan cepat, ia mematikan total ponselnya karena pesawat sudah mulai menjalankan mesin dan roda-rodanya. Dan ketika lampu ruangan pesawat dimatikan... Pria muda tersebut melepaskan masker dan topinya. Hidung yang terlihat mancung, mata bulat, dan rambutnya berwarna coklat kemerahan. Fisik yang tampan dan tinggi badan yang sempurna. Kepalanya kemudian menoleh ke arah jendela yang berada tepat di samping kanannya. Menatap kosong gelapnya langit kala itu dengan ekspresi wajah nya terlihat dingin. Perasaannya terasa bergejolak karena ia akan kembali ke seoul meski hanya untuk beberapa minggu saja. Namun ia merasakan sedikit rasa nyaman ketika ia menutup matanya namun kembali terbuka saat lampu pesawat kembali menyala karena sudah berada di atas langit dengan jarak berpuluh-puluh ribu kilometer dari permukaan tanah. ,'Seoul..aku kembali' Sahut pria tampan itu di dalam hatinya. Menikmati segelas kopi panas yang diberikan oleh salah seorang pramugari. Menggenggam erat gelas yang ada ditangannya. Dan kembali bergumam dalam benaknya. ,'Meski aku kembali hanya untuk menjalankan misiku'. This Fanfiction Written in 2012 by: caramelkyu

More details
WpActionLinkContent Guidelines